BNPB: Media Berperan Bangun Kepercayaan Publik dalam Mitigasi Bencana

Antara, · Kamis 11 Februari 2021 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 609 2360135 bnpb-media-berperan-bangun-kepercayaan-publik-dalam-mitigasi-bencana-QoxaBeRQZn.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MAKASSAR - Kepala Pusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Raditya Jati mengatakan, media memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan (trust) masyarakat dalam melakukan mitigasi bencana.

"Masalah trust ini penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, dan peranan media sangat penting agar masyarakat tidak terpengaruh hoaks," kata Raditya pada forum virtual yang membahas perubahan iklim dan manajemen kebencanaan, Rabu (11/2/2021).

Baca juga:  BNPB Catat 66 Bencana di Pekan Awal Februari 2021, Terbanyak Banjir

Kegiatan virtual yang digelar Lembaga Pendidikan Dr Soetomo (LPDS) dan PT Pelindo III ini, menyoroti persoalan perubahan iklim dan peran BNPB dalam penaggulangan bencana alam di Indonesia.

Menurut dia, membangun kepercayaan masyarakat ini harus sejalan dengan pemberian edukasi tentang kebecanaan sebelum ada gejala sehingga kesiap-siagaan masyarakat akan selalu terjaga.

Baca juga:  355 Bencana Terjadi di 2021, Banjir Terbanyak dan 1,7 Juta Warga Mengungsi

Apabila itu dapat diwujudkan di lapangan, tentu jumlah korban jiwa dan kerugian materil dapat ditekan. Namun harapan itu belum sepenuhnya terwujud, karena jumlah korban saat bencana gempa misalnya, masih tetap banyak setiap kejadian.

Sebagai perbandingan, berdasarkan data BNPB, pada periode Januari 2020 dari 355 kejadian bencana terdapat 100 orang meninggal dan hilang, sementara periode Januari 2021 dari 277 kejadian bencana, jumlah orang yang meninggal dan hilang mencapai 200 orang.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Dr Eng Adi Maulana, ST, M.Phil mengatakan, terdapat lima rekomendasi dalam strategi mitigasi multibencana yakni pertama, penguatan institusi pemerintah, lalu penataan logistik dan infrastruktur.

Sedang tiga strategi lainnya adalah perekrutan atau pengerahaan melawan, penyediaan tempat evakuasi dan penampungan (Shelter) serta peningkatan kesiapsiagaan individu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini