Di Gang Kalimati, satu diantara gang yang paling padat dipenuhi penjual aneka makanan. Terdapat dagangan yang jarang ditemui di tempat lain yaitu kura-kura.
Kura-kura kembang dan parit ini banyak dicari oleh warga keturunan Tionghoa untuk upacara sembahyangan. Pada bulan-bulan tertentu kura-kura bisa terjual drai 100 ekor sampai bawa 150 ekor.
Menurut kepercayaan, melepaskan kura-kura yang telah diberi nama di batok tempurungnya, bisa membuang sial.
Kawasan pecinan ini juga akrab dengan toko-toko obatnya. Deretan toko-toko obat yang menjual aneka herbal kering khas Tionghoa menjadi pemandangan menarik di sepanjang Jalan Pancoran ke arah Jalan Pintu Kecil.
Baca Juga : Imlek, Menag Ajak Masyarakat Tionghoa Doakan Pandemi Berakhir
Tak jauh dari deretan toko obat itu bisa ditemui sebuah toko buku khusus berbahasa Tionghoa menjual buku-buku sejarah, sastra, manajemen, serta buku cerita anak-anak berbahasa Mandarin.
Aksesoris dan pernik-pernik dapat pula dicari di kawasan ini, bisa mampir ke Pasar Pagi Asemka. Di lantai dasar, deretan penjual beragam aksesoris impor siap dibeli dalam bentuk lusinan maupun eceran.
Ada pasar Gloria yang sudah berdiri sejak lebih dari 30 tahun lalu. Di pasar ini bisa ditemukan makanan-makanan unik lain, semisal aneka jajanan Tionghoa seperti kue bulan dan moci.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.