Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Juru Bicara Gedung Putih Diskors Setelah Ancam "Hancurkan" Jurnalis

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 13 Februari 2021 |13:09 WIB
Juru Bicara Gedung Putih Diskors Setelah Ancam
Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON, DC - Seorang juru bicara Gedung Putih telah diskors selama seminggu tanpa bayaran setelah diduga mengancam untuk "menghancurkan" seorang reporter wanita yang menanyakan pertanyaan tentang kehidupan pribadinya.

TJ Ducklo dilaporkan mengancam reporter Politico Tara Palmeri, yang sedang menyelidiki hubungannya dengan jurnalis lain.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (12/2/2021) mengatakan bahwa Ducklo telah meminta maaf kepada Palmeri. Namun, Ducklo belum berkomentar secara independen.

BACA JUGA: AS Cabut Houthi Yaman dari Daftar Hitam Organisasi Teroris

Beberapa pengamat mengkritik Presiden Joe Biden karena gagal mengambil tindakan yang lebih tegas. Dia sebelumnya mengatakan dia akan memecat "di tempat" setiap staf yang berbicara tidak hormat kepada rekan kerja.

Penangguhan Ducklo, wakil sekretaris pers Gedung Putih, terjadi setelah majalah Vanity Fair melaporkan dugaan ancamannya kepada Palmeri.

Reporter Politico telah menyelidiki hubungan Ducklo dengan Alexi McCammond, seorang jurnalis dengan Axios yang meliput kampanye pemilihan Biden.

Ducklo diduga menelepon Palmieri dan berkata: "Aku akan menghancurkanmu". Dia juga membuat komentar menghina dan misoginis lainnya, demikian dilaporkan Vanity Fair sebagaimana dilansir BBC.

Pada Jumat, juru bicara Presiden Biden mentweet bahwa TJ Ducklo adalah "orang pertama yang mengakui ini bukan standar perilaku yang ditetapkan oleh Presiden". Dia mengatakan bahwa selain ditangguhkan tanpa bayaran selama seminggu, Ducklo tidak akan lagi bekerja dengan wartawan Politico ketika dia kembali ke Gedung Putih.

BACA JUGA: Rencanakan Teror, 14 Orang Ditangkap di Jerman dan Denmark

Presiden Biden memberi tahu stafnya pada hari pertamanya menjabat bahwa dia tidak akan mentolerir perilaku penindasan (bullying).

"Saya tidak bercanda ketika mengatakan ini: Jika Anda pernah bekerja dengan saya dan saya mendengar Anda memperlakukan rekan kerja lain dengan tidak hormat, berbicara dengan seseorang, saya akan memecat Anda saat itu juga. Tidak ada jika, dan atau tapi," katanya .

Beberapa komentator, seperti pembawa berita CNN Jake Tapper, sekarang bertanya apakah hukuman yang sama seharusnya tidak diterapkan pada cara stafnya memperlakukan jurnalis dalam melakukan pekerjaannya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement