Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Potensi Gempa Besar di Sesar Lembang, Begini Analisa BMKG

Binti Mufarida , Jurnalis-Minggu, 14 Februari 2021 |06:31 WIB
Potensi Gempa Besar di Sesar Lembang, Begini Analisa BMKG
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

Daryono pun mengungkapkan beberapa kali gempa yang pernah dirasakan dan merusak di Sesar Lembang. “Jadi, di Lembang itu pernah terjadi gempa merusak pada tanggal 11 Juli 2003. Kekuatan gempa itu magnitudonya 4,2. Dimana gempa itu merusak di Desa Cihideung, Parongpong, Bandung Barat.

Guncangan terasa di Cigadung, Bojong Koneng serta di sekitar jalan Surapati di Bandung, jalan Suci hingga Cicaheum. Kalau kita melihat itu gempa terjadi di Segmen Cihideung,” katanya.

Kemudian, kata Daryono, gempa di Lembang pada 22 Juli 2011 dengan kekuatannya magnitudo 3,4. “Gempa ini pagi terjadi. Dirasakan di Bojongkoneng, Ujungberung, dan Pasir Impun, Kota Bandung dalam skala intensitas II-III MMI. Paling merusak dan dirasakan di Ujungberung.”

Selain itu, Daryono mengatakan ada gempa di Lembang yang paling merusak itu terjadi pada 28 Agustus 2011. “Kekuatannya 3,3 magnitudo tapi merusak 103 rumah di Kp Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kec. Cisarua, Bandung Barat,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai potensi gempa besar akan terjadi pada tahu 2021 di Sesar Lembang? Daryono menegaskan bahwa informasi itu hanya salah paham. “Itu sebenarnya salah paham. Bahwa, Kepala BMKG Bandung itu tidak pernah menyatakan akan gempa pada tahun 2021 di Sesar Lembang.”

“Nah, yang saat itu berbicara terkait aktivitas kegempaan namun tidak berbicara terkait aktivitas gempa di Lembang pada tahun 2021. Tidak benar bahwa tahun 2021 akan rilis terjadi gempa di sesar Lembang. Tidak benar,” tegas Daryono.

Namun, Daryono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada sains dan teknologi yang dapat memprediksi gempa, bahkan negara dengan penelitian yang maju sekalipun.

“Jadi, kita itu belum ada sains dan teknologi yang dapat memprediksi gempa. Negara-negara yang risetnya maju pun belum mempunyai metode yang establish yang didedikasikaan untuk meramal gempa. Itu semua belum ada.”

“Kalaupun ada, mereka sudah menggunakan untuk menyelamatkan. Nyatanya negara Jepang, China, Amerika, Turki, Italia, juga New Zealand, gempa terjadi juga kadang menimbulkan korban. Sehingga, tidak ada orang yang bisa memprediksi gempa,” ungkap Daryono.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement