Cekcoknya Sama Istri, Pria Ini Malah Bacok Adik Kandung hingga Tewas

Rachmat Kurniawan, iNews · Minggu 14 Februari 2021 23:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 340 2361959 cekcoknya-sama-istri-pria-ini-malah-bacok-adik-kandung-hingga-tewas-a12WtRgrBx.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BANGKA TENGAH - Seorang pria berinisial SW (26) warga Desa Cambai Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah tega membacok adik kandung bernama Sugianto (19) hanya lantaran tak terima di tegur sang adik yang sedang cekcok mulut dengan sang istri. Akibatnya, korban mengalami luka berat setelah menerima bacokan di bagian kepala, lengan dan badan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian naas tersebut terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 11.15 WIB. Sebelum kejadian, korban baru pulang dari kebun dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi.

Saat korban sedang mandi, pelaku menanyakan keberadan obat milik pelaku ke korban. Mendengar hal ini, istri pelaku meminta pelaku untuk mencari sendiri obat tersebut. Tak terima ucapan istrinya, pelaku langsung cekcok mulut dengan istrinya.

Mendengar hal ini, dari dalam kamar mandi korban meminta keduanya untuk menghentikan cekcok mulut dengan alasan malu dengan tetangga.

Lantaran tak terima teguran korban, pelaku menunggu korban keluar dari kamar mandi dengan sebilah parang. Saat korban keluar kamar mandi, pelaku langsung membacok korban di bagian kepala, tangan dan badan korban. Seketika korban langsung roboh kelantai.

Ibu korban yang melihat hal tersebut langsung berteriak dan langsung mengundang perhatian warga. Melihat hal ini pelaku langsung melarikan diri.

Kejadian inipun di benarkan Kapolsek Namang, IPDA. Endi Putrawansah seizin Kapolres Bangka Tengah.

"Dari kejadian tersebut personil Polsek Namang telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan saat ini melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dari TKP selain mengumpulkan keterangan saksi, turut diamankan barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan pelaku," ujar IPDA, Endi Putrawansah pada Minggu (14/02/2021).

Dari pengakuan pihak keluarga kepada petugas, pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah melakukan konsultasi ke rumah sakit jiwa.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini