Kronologi Anak Bunuh Ibu Kandung karena Dapat Bisikan soal Harta Karun

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 14 Februari 2021 00:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 519 2361602 kronologi-anak-bunuh-ibu-kandung-karena-dapat-bisikan-soal-harta-karun-Li3CuTbia2.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

MALANG - Pembunuhan seorang ibu oleh anak kandung di Malang dilatarbelakangi urusan harta karun. Pelaku mengaku mendapat bisikan gaib untuk menghabisi korban agar mendapatkan harta karun yang dia inginkan.

Caranya korban dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur separuh. Keterangan ini didapat polisi berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku pembunuhan Arifudin Hamdy (35).

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, antara pelaku dan korban sama-sama meyakini ada harta Karun yang terpendam di sebuah bangunan kosong milik Pembangkit Jawa Bali (PJB) Karangkates. Keyakinan itu didapat setelah korban dan pelaku bertemu seorang paranormal di Blitar.

"Atas petunjuk paranormal itu, korban lantas melakukan penggalian di bangunan kosong. Dia menggali sendiri menggunakan cangkul. Sementara pelaku diminta menunggu di warung tempatnya bekerja," katanya, Sabtu (14/2/2021).

Namun, belum selesai korban menggali tersangka tiba-tiba menyusul dan medapati korban dalam kondisi tidak sadar karena keletihan. Mengetahui hal itu, tersangka bukannya menolong, tetapi justru mendorong korban ke lubang yang digali dan mengubur separuh badan. Bagian kepala hingga perut dikubur dalam tanah. Sedangkan bagian perut hingga kaki menjuntai ke permukaan tanah.

Baca Juga: Dapat Bisikan Gaib Soal Harta Karun, Anak Ini Malah Bunuh Ibu Kandungnya

"Tersangka mengaku aksi keji ini dilakukan karena bisikan gaib untuk mendapatkan harta karun yang terpendam di lokasi tersebut. Aksi pelaku ini diperkirakan sudah dilakukan sekitar dua minggu, terhitung sejak ditemukannya mayat korban," ujarnya.

Namun, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka. Sebab, ada keterangan tak masuk akal yang disampaikan tersangka.

Sementara itu, atas perbuatannya tersangka diganjar dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seseorang. Ancaman hukumannya maksimak 15 tahun penjara.

Diketahui, sesosok mayat perempuan ditemukan terkubur separuh di bangunan kosong milik PJB di Karangkates, Kamis (11/2/2021). Hasil penyelidikan polisi, korban merupakan pemilik warung berinisial MT alias Mistrin di sekitar lokasi.

Hasil penyelidikan polisi, pelaku pembunuhan ternyata anak kandung korban sendiri, Arifudin Hamdy. Motifnya karena ingin mendapatkan harta karun.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini