Peretas Korut Dituduh Curi Informasi tentang Vaksin Covid-19 Pfizer

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 17 Februari 2021 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 18 2363380 peretas-korut-dituduh-curi-informasi-tentang-vaksin-covid-19-pfizer-gEm3EvKuCk.jpg Vaksin Covid-19 Pfizer (Foto: Reuters)

KOREA UTARA - Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan (Korsel) mengatakan peretas Korea Utara (Korut) mencoba mencuri informasi tentang vaksin Covid-19 Pfizer .

NIS mengatakan telah menggagalkan upaya negara tetangganya untuk meretas perusahaan Korsel yang mengembangkan vaksin virus corona.

Seorang anggota oposisi dari panel intelijen parlemen Korsel, Ha Tae-keung, mengatakan raksasa farmasi itu termasuk di antara mereka yang diretas dalam upaya mencuri informasi tentang vaksin dan perawatan.

“Ada upaya untuk mencuri vaksin Covid-19 dan teknologi perawatan selama serangan dunia maya dan Pfizer diretas,” terang Ha.

Ha, yang telah diberi pengarahan oleh dinas intelijen Korsel, tidak menjelaskan secara rinci tentang kapan serangan itu terjadi atau seberapa suksesnya.

(Baca juga: Beromzet Rp38 Miliar, Bos Pemalsu Vaksin Covid-19 Ditangkap)

Peretasan ini terjadi setelah tahun lalu tersangka peretas Korut membobol sistem setidaknya sembilan perusahaan perawatan kesehatan, seperti Johnson & Johnson, Novavax Inc, dan AstraZeneca.

Pandemi virus corona ini telah menyebabkan spionase digital menargetkan badan kesehatan, ilmuwan vaksin, dan pembuat obat secara lebih teratur ketika kelompok peretas yang didukung negara berusaha mencuri penelitian terbaru.

Korea Utara sering dituduh beralih ke pasukan peretas untuk mengisi pundi-pundi uangnya yang kekurangan di tengah sanksi internasional yang melarang sebagian besar perdagangan internasional dengannya.

Pakar kesehatan mengatakan peretas Korut mungkin lebih tertarik untuk menjual data yang dicuri daripada menggunakannya untuk mengembangkan vaksin rumahan.

Korut diperkirakan akan menerima hampir 2 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford pada paruh pertama tahun ini melalui program berbagi vaksin COVAX.

(Baca juga: Kudeta Myanmar, PBB Peringatkan Junta Militer Hadapi "Konsekuensi Keras")

Meski belum ada konfirmasi adanya infeksi di Korut, namun NIS mengatakan wabah itu tidak dapat dikesampingkan karena Korut memiliki perdagangan dan pertukaran orang-ke-orang dengan China sebelum menutup perbatasan pada awal 2020.

Ha yang mengutip intelijen Korsel mengatakan istri pemimpin Kim Jong Un, Ri Sol Ju, tidak terlihat di depan umum selama lebih dari setahun.

Bulan lalu dilaporkan Korut telah memulai proses pengembangan vaksin virus corona sendiri - meskipun mengklaim tidak memiliki kasus virus.

Terlepas dari klaim pemimpin tertinggi Kim Jong-un jika negaranya yang terisolasi belum mencatat satu kasus pun Covid-19, pengembang vaksin diperkirakan sedang menguji produk mereka pada orang-orang dengan gejala mirip virus.

Sebuah sumber mengatakan kepada outlet Daily NK yang berbasis di Seoul jika para ilmuwan di Universitas Kim Il Sung menggunakan keahlian yang dikumpulkan melalui 'aktivitas peretasan' untuk melaksanakan pekerjaan mereka di sebuah lembaga penelitian biologi.

Klaim peretasan Korut telah muncul di Barat tahun lalu sebelum vaksin apa pun yang saat ini digunakan di Eropa dan AS disetujui. Microsoft menyebut operasi bayangan ini sebagai Lazarus Group.

Sumber Korut mengatakan partai yang berkuasa telah membentuk unit spesialis bernama Bureau 325 yang ditujukan untuk meretas intelijen pada Covid-19, termasuk pada vaksin.

Unit ini menerima perintah langsung dari komite pusat partai, biro rahasia tersebut dilaporkan akan melapor kepada saudara perempuan Kim yang berpengaruh, Kim Yo-jong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini