Gunakan Ibu Pengganti, Wanita Ini Ingin Punya 105 Anak

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 17 Februari 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 18 2363413 gunakan-ibu-pengganti-wanita-ini-ingin-punya-105-anak-nQB6KFwPvJ.jpg Christina Ozturk ingin memiliki 105 anak (Foto: Instagram)

RUSIA - Seorang wanita asal Rusia mengungkapkan dia dan suaminya yang jutawan berencana untuk memiliki hingga 105 anak biologis, setelah menyambut 10 bayi dengan ibu pengganti hanya dalam 10 bulan.

Kisah ini dimulai saat Christina Ozturk, 23, yang berasal dari Moskow, bertemu dengan suaminya, pemilik hotel yang kaya, Galip Ozturk, 56, saat berlibur di kota pesisir Batumi di Georgia.

Christina adalah seorang “single mother” dari putrinya Vika, ketika memutuskan untuk berlibur ke laut di Batumi. Destinasi wisata populer di kaki Kaukasus ini sering disebut sebagai 'Las Vegas of the Black Sea'.

Dia mengatakan dirinya mengalami cinta pada pandangan pertama ketika dia bertemu Galip, seorang raja properti dan transportasi yang berasal dari Turki. Dia meggambarkan Galip sebagai 'mentor, pemandu, dan pangeran dongeng yang digabung menjadi satu'.

Tak berapa lama kemudian, Christina dan putrinya yang masih kecil, Vika, pindah ke Batumi untuk hidup bersama Galip.

(Baca juga: Ardern Marah dan Kecam Australia Batalkan Kewarganegaraan Ganda "Pengantin" Perempuan ISIS)

Christina mengatakan meskipun Galip jauh lebih tua darinya, dan memiliki anak sendiri yang sudah dewasa, dia tidak keberatan memiliki keluarga besar.

Pasangan itu pun setuju ingin memiliki anak sebanyak mungkin.

Christina mengatakan mereka awalnya bersiap untuk memiliki bayi setiap tahun. Namun dia menyadari jika kemampuan reproduksinya tidak cukup untuk memiliki banyak anak sekaligus.

Mereka memutuskan untuk menggunakan ibu pengganti, dengan baya sekitar USD9.707 setiap kehamilan.

Anak pertama mereka Mustafa lahir pada 10 Maret 2020 sementara anak kesepuluh bernama Olivia, lahir pada 16 Januari 2021.

(Baca juga: Peretas Korut Dituduh Curi Informasi tentang Vaksin Covid-19 Pfizer)

“Saya tidak tahu berapa banyak mereka pada akhirnya, tetapi kami tentu tidak berencana untuk berhenti pada 10 anak,” terangnya.

Setelah menyambut putra sulung Mustafa pada Maret 2020, saudara-saudaranya segera menyusul, termasuk Maryam pada 17 April, kembar Alice dan Airin pada 19 April, Mekhmet pada 21 Agustus, Lokman pada 10 November, dan yang terbaru Olivia pada 16 Januari 2021.

Pasangan itu ingin memiliki lebih banyak anak. Namun mereka ingin , menunggu sampai bayi mereka lebih besar sebelum mereka memulai ibu pengganti lainnya.

“Klinik di Batumi memilih ibu pengganti untuk kami dan bertanggung jawab penuh untuk prosesnya,” ujarnya.

“Kami secara pribadi tidak mengenal ibu pengganti dan tidak memiliki kontak langsung dengan mereka untuk menghindari masalah setelah kehamilan,” terangnya.

“Semua komunikasi berlangsung melalui klinik, kami hanya memantau indikator kesehatan, saya membuat menu diet untuk ibu agar makanannya lengkap, saya lihat hasil tesnya,” jelasnya.

“Saat ini, saya memiliki 10 anak dengan tambahan terbaru, Olivia, yang lahir pada akhir bulan lalu,” tambahnya.

“Saya melahirkan sendiri putri sulung saya Vika enam tahun lalu. Anak-anak lainnya secara genetik adalah milik kami dari suami saya dan saya, tetapi dilahirkan oleh ibu pengganti,” lanjutnya.

Perjalanan tersebut tidak mudah bagi pasangan itu karena salah satu ibu pengganti ingin menjaga bayi yang telah dilahirkan.

Namun karena bayi-bayi tersebut secara genetik dari Christina dan suaminya, ibu pengganti tersebut tidak memiliki hak dan harus menyerahkan anak tersebut kepada pasangan tersebut.

Meski tidak mengesampingkan melahirkan lebih banyak bayi secara biologis, Namun Christina mengatakan hal itu tidak praktis karena terlalu banyak anak yang akan dilahirkan nantinya.

Saat ini, dia ingin merawat tubuhnya terlebih dahulu. Dia mengatakan proses IVF adalah beban berat pada tubuh dan dia tidak ingin hamil selama menjalani perawatan.

“Kami belum siap untuk berbicara tentang bayi terbaru. Segala sesuatu ada waktunya,” terangnya.

Ibu dari 11 anak ini mengungkapkan banyak orang berasumsi dia memiliki pasukan pengasuh, tetapi dia mengatakan dia mencoba menghabiskan waktu sebanyak yang dia bisa dengan keluarga besarnya.

Christina mengaku melakukan sebagian besar perawatan anak-ananya sendiri dan memastikan dia menghabiskan setiap hari untuk merawat dan memperhatikan bayinya.

Namun dia juga mengakui mengasuh anak dalam jumlah banyak sekaligus terbukti lebih sulit dari yang dia kira.

“Saya menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak saya, tetapi ketika saya tidak bersama mereka, saya mengendalikan segalanya,” tulisnya di Instagram.

“Saya mengajar setiap pengasuh secara mandiri saat melamar pekerjaan - tidak ada aktivitas amatir yang diperbolehkan, mendidik anak-anak secara ketat sesuai dengan instruksi saya,” tulisnya.

Christina mengatakan dia 'memberi instruksi' tentang 'apa yang harus dibacakan untuk anak-anak, dalam urutan apa dan pada waktu apa dan dengan durasi apa.'

Sementara itu, dia menjelaskan memiliki rutinitas yang ketat untuk menangani anak-anak yang menangis. Dia melarang keras pengasuh memeluk anaknya saat sedang menangis.

Sebaliknya dia mengatakan anak itu harus 'dialihkan perhatiannya' untuk 'tenang'.

Dia hanya memberi makan anak-anaknya 'makanan buatan sendiri', 'tidak ada makanan kaleng siap pakai yang dibeli.'

“Makanan hanya menurut gram - bukan satu gram lebih, bukan satu gram kurang,” terangnya.

Dia juga meminta pengasuh mengambil foto popok kotor setiap bayi sehingga dia dapat menentukan apakah isi kotoran bayinya 'berwarna dan konsisten.

“Setiap anak memiliki buku harian yang mencatat SEMUA detail hidupnya - apa yang kami makan, berapa banyak kami makan, bagaimana saya tidur, bagaimana saya berjalan, berapa banyak yang pergi ke toilet, berapa banyak yang menangis, perubahan apa yang terjadi dengan tubuh merea”, paparnya.

Christina, yang bersikeras pada rutinitas pengasuhan anak yang ketat, mengklaim 10 bayinya tidur 'dari jam 20.00 sampai 06.00 setiap hari. Kemudian pengasuh keluarga mencatat setiap detail anak-anak dalam satu set buku harian.

Setelah menidurkan anak-anak, Christina melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memastikan makanan, membuat jadwal menu, dan janji kesehatan.

Melalui posting-an Instagram baru-baru ini, Christina mengatakan rumahnya 'penuh relaksasi'. Mereka kerap menikmati 'menonton film dan kartun, makan junk food, bermain backgammon dan berjalan-jalan dengan anak-anak di sekitar rumah.

Dia menambahkan anak tertuanya sering membantunya untuk merawat bayi dan mengatakan dia suka merawat bayi-bayi itu.

Sementara itu Galip mengaku Christina adalah sosok pasangan yang didambakannya selama ini.

“Dia sangat mudah bersama, dia selalu memiliki senyuman di bibirnya namun pada saat yang sama pemalu dan misterius,” ungkap Galip.

."Dia adalah jenis istri yang selalu saya inginkan untuk diri saya sendiri, berlian yang belum dipotong di mana saya melihat betapa murni dan baik hati yang dia miliki,” terangnya.

Seperti diketahui, negara bagian Georgia telah mengizinkan ibu pengganti sejak 1997 selama pasangan yang terlibat adalah heteroseksual dan menikah.

Anak yang lahir otomatis menjadi anak pihak yang menyediakan materi genetik untuk pembuahan, dan ibu pengganti tidak memiliki hak apapun.

Semua calon ibu pengganti Christina menjalani konseling dan menandatangani dokumen resmi sebelum hamil dengan anak-anak yang secara genetik dari Christina dan suaminya.

Syaratnya yakni hanya wanita muda yang sudah pernah hamil setidaknya satu kali yang dipilih. Lalu pemeriksaan dilakukan untuk memastikan mereka tidak memiliki kebiasaan buruk atau kecanduan sebelum mengikuti program.

Para wanita diberikan konseling psikologis untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan, termasuk menyerahkan bayi saat lahir.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini