Rencana Bangun Patung Dua Perempuan Bajak Laut "Sesama Jenis" Tuai Kemarahan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 17 Februari 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 18 2363589 rencana-membangun-patung-dua-perempuan-bajak-laut-sesama-jenis-tuai-kemarahan-p91W7pONC3.jpg Patung "sesama jenis" tuai kemarahan warga (Foto: South Hams District Council)

Namun hal ini ditentang seorang warga bernama Michele Knight-Waite. “Pulau Burgh adalah ruang alam yang indah dan ikonik. Saya suka berjalan dan melihatnya serta membayangkan sejarahnya,” terangnya.

“Saya juga penggemar berat kisah dua bajak laut legendaris ini. Namun, menurut saya patung ini akan menyimpang dari situs bersejarah,” jelasnya.

“Itu tidak membawa apa-apa yang berharga dan memang menghilangkan pemandangan pulau bersejarah yang asli. Saya sangat keberatan karena saya rasa itu akan berdampak pada lingkungan. Itu sama sekali tidak pantas,” tambahnya.

“Selain itu, patung itu sendiri tidak menggambarkan energi dari dua bajak laut wanita, yang berpakaian seperti pria dan merupakan pelaut yang kuat,” ujarnya.

“Patung itu tampaknya merupakan pemandangan yang sangat patriarkal dari dua wanita kurus dengan lubang yang dipotong, saya benar-benar tidak mengerti,” bebernya.

“Bagaimana ini dalam semangat wanita yang sebenarnya? Tidak. Ini akan menjadi noda pada lanskap. Itu mengingatkan saya pada patung tahun 70-an itu,” paparnya.

“Itu juga tidak mencerminkan semangat para bajak laut,” lanjutnya.

“Tolong jangan letakkan ini di pulau yang begitu indah,” tambahnya.

Sementara itu, anggota dewan Cathy Case mengatakan patung itu akan mendapat lebih banyak dukungan jika dikaitkan dengan bekas industri penangkapan ikan pilchard di daerah itu.

"Saya tidak yakin itu hal yang benar untuk pulau itu," terangnya.

Hal senada diungkapkan anggota Dewan Sharon Smith.

“Akan lebih baik jika patung itu adalah patung istri seorang nelayan melihat ke laut,” jelasnya.

"Patung itu bukan milik daerah ini,” tambahnya.

Warga setempat Jan Davies mengatakan dirinya mendukung peningkatan jumlah patung atau karya seni wanita. Namun dia ingin patung itu diabadikan untuk generasi nelayan pekerja keras dan keluarga petani daripada beberapa penjahat kejam yang tidak memberikan kontribusi apa pun pada warisan lokal.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini