Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Insinyur Asal Indonesia Ikut Bangun Pesawat dan Roket di AS

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 18 Februari 2021 |08:18 WIB
Dua Insinyur Asal Indonesia Ikut Bangun Pesawat dan Roket di AS
Dua insinyur Indonesia bangun roket dan pesawat untuk misi NASA (Foto: Reuters)
A
A
A

AMERIKA SERIKAT - Dua insinyur asal Indonesia di Amerika Serikat (AS) ikut mengembangkan roket dan pesawat yang lebih canggih untuk masa depan.

Avelino Ernestanto ikut mengembangkan pesawat komersial jenis baru, sementara Marko Djuliarso ikut menggarap pembuatan roket baru yang akan membawa astronot ke Bulan.

Seperti diketahui, AS berambisi mengirim astronot ke Bulan sebelum 2024 dan pada akhirnya ke planet Mars.

Target itu semakin dekat dengan pembangunan Space Launch System (SLS), yang disebut-sebut sebagai roket milik Badan Penerbangan dan Antariksa (National Aeronautics and Space Administration/NASA) yang paling kuat.

Sebagian besar komponen SLS dibuat oleh Boeing, perusahaan dirgantara terbesar di dunia yang kantor pusatnya ada di AS.

Marko Djuliarso adalah seorang insinyur asal Indonesia yang terlibat dalam penggarapan roket raksasa tersebut di sebuah fasilitas Boeing di New Orleans, negara bagian Lousiana. Lulusan Teknik Industri Universitas Tennessee ini berperan sebagai industrial engineer (insinyur teknik industri) dalam proyek yang telah menelan biaya puluhan triliun rupiah itu.

(Baca juga: Facebook Blokir Konten Berita di Australia, Warganet Tidak Bisa Berbagi atau Melihat Situs Berita)

“Fokusnya ke schedule, budget, atau cost dan kualitas. Kita mengaplikasikan konsep industrial engineering untuk mempercepat schedule, menurunkan ongkos dan menaikkan kualitas produk yang keluar dari pabrik,” ujar pria berusia 42 tahun kepada VOA. Marko sudah bekerja di Boeing selama 10 tahun.

Pemilik dua gelar Master Sains dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura dan Universitas Southern California ini mengatakan meski banyak tantangannya, ia merasa bersyukur bisa mendapat kesempatan terlibat dalam proyek yang akan menentukan masa depan dunia antariksa itu.

“Unik sekali proyek ini. Saya merasa beruntung dan mencoba appreciate (menghargai) kesempatan ini. Apalagi kita sudah berhasil mengirim unit pertama ke NASA. Dan itu paling memuaskan kalau kita sudah bisa menyelesaikan produk pertama dan bisa menyerahkan produk ke customer,” ujar pria kelahiran Jakarta yang telah mengerjakan proyek roket sejak 2017 ini.

 (Baca juga: PBB Serukan Negara-negara Kaya Bentuk Satgas Vaksinasi Covid-19 Global)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement