Terungkap, Pembantaian Orang Yahudi di Kamar Gas Rahasia Nazi

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 22 Februari 2021 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 18 2366005 terungkap-pembantaian-orang-yahudi-di-kamar-gas-rahasia-nazi-8noHfWwsNO.jpg Orang Yahudi Belanda diketahui banyak tewas di dalam kamar gas (Foto: NIOD)

BELANDA - Lebih dari 100 warga Belanda tewas di dalam sebuah kamar gas rahasia Nazi pada 1941. Peristiwa ini terjadi setahun sebelum Nazi mulai mengirim kaum Yahudi ke kamar gas secara massal.

Mereka ditangkap di Amsterdam, Belanda, pada Februari 1941. Itu kali pertama Nazi merazia orang-orang Yahudi di Barat Eropa dan mengirim mereka ke kamp konsentrasi Mauthausen di Austria.

Sejarawan Wally de Lang mengungkapkan 108 orang dibunuh di dekat Kastil Hartheim.

De Lang mengatakan penyebab kematian mereka dipalsukan.

(Baca juga: Pesawat Angkatan Udara Jatuh, 6 Anggota Militer Tewas)

Seperti diketahui, Jerman menginvasi Belanda pada Mei 1940. Lima tahun berikutnya, lebih dari tiga perempat populasi Yahudi dibunuh, dengan menggiringnya ke kamp pemusnahan di Auschwitz yang dimulai pada Juli 1942.

Penangkapan besar-besaran atau razia atas etnis Yahudi di Belanda dimulai pada 22 dan 23 Februari 1941 sebagai balas dendam atas kematian kolaborator Nazi Belanda selama peperangan.

Foto-foto razia besar-besaran tahap awal itu sudah diketahui secara luas, tapi tidak demikian yang terjadi pada ratusan saudagar, penjual, penjahit dan warga Amsterdam lainnya yang ditangkap.

De Lang merinci hal ini dalam sebuah buku terbarunya. Isinya tentang siapa orang-orang itu dan apa yang terjadi pada mereka setelah dibawa ke Kamp Schoorl, sebuah kamp penjara di bukit pasir Belanda: 388 orang dikirim ke kamp konsentrasi Nazi di Buchenwald, Jerman.

"Kita selalu mengira kereta deportasi pertama berangkat pada Juli 1942, [tapi] para lelaki yang terjaring razia ini sudah dideportasi pada 27 Februari 1941, jadi itu jauh sebelumnya," katanya kepada BBC.

 (Baca juga: Mesin Mati Saat Pesawat Lepas Landas, Puing-puing Berjatuhan di Area Perumahan)

  • Pusat pembantaian di Hartheim

Dalam beberapa minggu, puluhan orang tewas di galian tambang Buchenwald. Kemudian, pada 22 Mei 1941, sisanya 340 dikirim ke selatan, menuju kamp konsentrasi Muthausen, 35 kilometer dari kastil di Hartheim.

Pada 1940, kastil ini berubah fungsi jadi pusat pembantaian, di mana 30.000 orang penyandang disabilitas dan keterbelakangan mental dibunuh, sampai akhirnya terhenti oleh protes publik.

Setahun kemudian, kastil ini kemudian digunakan untuk membunuh 12.000 tahanan di bawah program "Action 14f13" - kampanye Nazi untuk membunuh tahanan yang tak mampu lagi untuk bekerja. Tahanan Spanyol dan Polandia juga dibunuh di sini.

De Lang mengatakan, ada dua cara Nazi menggunakan gas untuk membunuh: "Selama perjalanan bus, setengah jalan menuju kastil, dan kemudian di Hartheim ada semacam tempat di mana tak ada yang bisa melihat apa yang sedang terjadi."

  • "Laboratorium Nazi"

Apa yang tidak diketahui, banyak warga Belanda yang menjadi tahanan telah dibunuh di kamar gas Hartheim.

Pihak keluarga diberi informasi palsu dan secara luas diasumsikan anggota keluarga mereka meninggal karena keracunan timbal di tambang.

De Lang mengatakan, mereka telah dikirim ke Hartheim dan dibunuh sekitar 11-14 Agustus, tapi penyebab kematian mereka dipalsukan selama berminggu-minggu kemudian.

Terhadap 108 tahanan, ada bukti bahwa mereka dibunuh dan dikremasi di Hartheim, kata dia, tapi kemungkinan besar juga terjadi pada puluhan tahanan lainnya.

Dia menemukan dalam arsip Jerman, pada 1-6 September 1941, lebih dari 30 tahanan yang namanya terdaftar berdasarkan abjad, mati tiap harinya.

Pada saat itu, semua kematian harus dicatat. Sejarawan ini meyakini bahwa mereka dibunuh saat tiba beberapa minggu sebelumnya.

"Ini semacam laboratorium [bagi Nazi] untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang segala sesuatu yang kami lihat di Auschwitz dalam skala yang jauh lebih besar,” terangnya.

Sampai pada Januari 1942, Hitler dan pemimpin Nazi lainnya menemukan "Solusi Terakhir" genosida.

Sebagai bagian dari penelitian De Lang, ia mengidentifikasi sejumlah orang melalui foto, selama masa tahanan Nazi di Amsterdam.

John Spel, cucu salah satu dari mereka yang ditangkap, Aron Smeer, mengatakan selama bertahun-tahun mereka hanya tahu nama kakeknya dan sekarang ia sudah mengetahui bentuk wajahnya.

"Ini membuat Anda tak bisa berkata-kata," katanya kepada stasiun radio NOS.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini