BNNP Sumut Ungkap Pengiriman Paket Pisang Salai Berisi Sabu-Sabu

Antara, · Selasa 23 Februari 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 608 2367156 bnnp-sumut-ungkap-pengiriman-paket-pisang-salai-berisi-sabu-sabu-PexcJyHai5.jpg Foto: Antara

MEDAN - Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan pengiriman paket makanan pisang salai berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 831 gram, di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial, di Medan, Selasa (23/2/2021) mengatakan, dalam pengungkapan kasus Narkotika itu, petugas menangkap tersangka Khairul (53).

Makanan pisang salai itu dibawa dari Medan tujuan Pasuruan, Jawa Timur lewat jasa pengiriman.

Ia menyebutkan, pengungkapan narkotika itu berkat informasi dari petugas kargo Regulated Agent PT Apollo Bandara Kualanamu kepada BNN Sumut mengenai adanya barang yang berisi Narkotika.

Baca juga: Melawan Petugas, Bandar Narkoba Antarprovinsi Ditembak BNNP Jambi

Kemudian BNN mendatangi kargo Bandara Kualanamu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah kami cek ternyata benar, salah satu bungkusan kargo tersebut berisi narkotika jenis methamphetamine (sabu-sabu) dengan berat 831 gram," ujarnya pula.

Baca juga: 57 Anggota Bid Propam Polda Sulut Mendadak Dites Narkoba, Ini Hasilnya

Atrial mengatakan, BNN melakukan penyelidikan lebih lanjut dan koordinasi dengan TIKI. Ternyata barang sejenis sudah beberapa kali dikirim.

BNN lalu melakukan control delivery, dan barang tetap dikirim serta petugas mendampingi sampai ke Pasuruan. Pihaknya berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jawa Timur, dan menunggu orang yang mengambil barang kuliner berisi narkoba tersebut.

Ternyata orang yang mengambilnya seorang pria, Khairul, dan langsung disergap. Usai ditangkap, tersangka dan barang bukti diboyong ke Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan sudah tiga kali dilakukan. Tersangka mengirimkan dari Medan, dia juga yang menerima di Pasuruan. Narkoba tersebut akan diedarkan di Bali dan Lombok," kata Brigjen Atrial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini