Beberapa waktu lalu, mantan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menyebut wisata kebugaran seperti pijat tradisional bisa jadi keunikan untuk turis, seperti Mak Erot yang dikenal dengan pijat kejantanan.
Seperti diketahui, Mak Erot telah meninggal di rumahnya di Gunung Pasir Baru, Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Baca juga: Pemakaman Mak Erot Dilangsungkan Tertutup
Siapa sebenarnya Mak Erot? berikut penuturan cucunya, Saepuloh yang praktek di Jalan Purbaya, kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Dijelaskannya, Mak Erot telah melakukan praktek pengobatan alat vital sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1940-an. Untuk mendapat ilmu pengobatan itu, Mak Erot harus berpuasa selama 40 hari.
"Saat itu Mak bermimpi didatangi oleh pria yang mengenakan baju serba putih. Pria itu mengatakan kepada Mak bahwa ilmu yang ia berikan untuk bekal dirinya dan seluruh keturunannya. Ilmu tersebut harus digunakan untuk menolong orang," jelas Saepuloh.
Tak lama kemudian, seorang serdadu Jepang datang ke rumah Mak Erot. Prajurit itu meminta diobati karena menderita gangguan disfungsi ereksi. Penyakit tentara Jepang itu dapat disembuhkan. Setelah itu nama Mak Erot menjadi terkenal sampai sekarang.