Pemakaman Mak Erot Dilangsungkan Tertutup

Toni Kamajaya, Sindo · Kamis 10 Juli 2008 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2008 07 10 1 126473

SUKABUMI ¬†- Mak Erot, seorang pakar pengobatan tradisional alat kelamin asal Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan meninggal dunia. Namun kapan tanggal pasti kematian sang ‚Ä~tabib' legendaris ini masih sangat simpang siur.

Sebagian warga mengaku kabar kematian Mak Erot telah tersebar sejak dua pekan silam. Namun warga lainnya meyakini Mak Erot menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 5 Juli 2008 lalu.

Kesimpang-siuran ini diduga akibat dari sikap sanak saudara Mak Erot yang terkesan menutup-nutupi berita duka tersebut. Akibatnya, kabar kematian legendaris ini nyaris luput dari sorotan media massa. Bahkan aparat pemerintah kecamatan setempat juga mengaku tidak mengetahui jelas kabar kematian Mak Erot.

"Dua pekan lalu, kami sempat mendengar kabar yang menyebutkan bahwa Mak Erot meninggal dunia. Dari kabar yang diperoleh, prosesi pemakamannya dilakukan secara tertutup," ujar Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Kecamatan Cisolok Anwar Sanusi saat dihubungi, Kamis (10/7/2008) .

Disebutkannya, selama ini Mak Erot lebih banyak beraktifitas di lokasi prakteknya di Jakarta, tepatnya di Jalan Fatmawati.

Keterangan yang berhasil dihimpun  menyebutkan, Mak Erot menghembuskan nafas terakhirnya di saat usianya menginjak 131 tahun. Jasad Mak Erot dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok.

Di usia lanjutnya, Mak Erot telah mempercayakan usaha pengobatan memperbesar alat kelamin pria itu kepada sejumlah putra-putrinya.

"Usaha pengobatannya banyak tersebar di beberapa daerah, bukan hanya di Jakarta atau Jabar. Tapi juga luar provinsi lainnya. Ini sudah lama dikembangkan oleh anak-anaknya yang mungkin menuruni ilmu Mak Erot," tutur Anwar.

Keberadaan Mak Erot di wilayah Kecamatan Cisolok ini, telah menjadi salah satu faktor melambungnya nama Kabupaten Sukabumi di mata penduduk luar daerah. Nama Mak Erot banyak tersebar di sejumlah papan nama balai pengobatan tradisional yang menjamur di sepanjang jalur utama Kabupaten Sukabumi. Bahkan di Kecamatan Cisolok, nama Mak Erot telah menjadi aset bagi para tukang ojek atau angkutan umum untuk mencari penumpang.

"Nama Mak Erot selalu bergema di terminal Cisolok. Ini biasa dilakukan oleh para tukang ojek dalam menyambut kedatangan warga luar daerah. Secara tidak langsung nama Mak Erot telah menjadi aset bagi mereka untuk mencari nafkah," tutur Nuril Arifin, tokoh pemerhati budaya dan kepercayaan masyarakat.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini