Intelijen AS Sebut Mohammed Salman Terlibat Pembunuhan Khashoggi, Apa Perannya?

INews.id, · Sabtu 27 Februari 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 18 2369222 intelijen-as-sebut-mohammed-salman-terlibat-pembunuhan-khashoggi-apa-perannya-9ZabErkKcm.jpg Foto: Reuters

WASHINGTON - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, sebagaimana bunyi laporan intelijen Amerika Serikat yang dirilis Jumat (26/2/2021).

Khashoggi dibunuh oleh agen intelijen di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Disebutkan, MBS menyetujui operasi untuk menangkap atau membunuh Khashoggi.

Khashggi, kontributor The Washington Post yang tinggal di AS, kerap mengkritik kebijakan MBS. Jasadnya dimutilasi setelah dibunuh oleh agen intelijen dan hingga kini belum ditemukan.

"Kami menilai Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui operasi di Istanbul, Turki, untuk menangkap atau membunuh jurnalis Jamal Khashoggi," demikian pernyataan Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, dalam laporan tersebut, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga: Dokumen Rahasia Sebut Pembunuh Khashoggi Gunakan Pesawat Milik Putra Mahkota Saudi

Badan intelijen menggunakan dasar penilaiannya atas fakta bahwa MBS bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dalam organisasi intelijen serta dukungan untuk menggunakan tindakan kekerasan dalam membungkam para pembangkang di luar negeri, termasuk Khashoggi.

"Sejak 2017, Putra Mahkota memiliki kendali mutlak atas lembaga keamanan dan intelijen Kerajaan, sehingga sangat tidak mungkin pejabat Saudi akan melakukan operasi seperti ini tanpa seizinnya," bunyi laporan.

Terkait laporan ini, Departemen Luar Negeri memberlakukan sanksi kepada mereka yang diduga terlibat.

Di antara langkah-langkah hukuman yang diterapkan AS adalah memberlakukan larangan visa kepada beberapa warga Saudi yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi serta menjatuhkan sanksi kepada pihak lainnya, termasuk mantan wakil kepala intelijen.

Segala aset mereka di AS juga dibekukan. Selain itu warga atau entitas AS dilarang menjalin kerja sama dengan mereka. Secara keseluruhan 76 warga Saudi terdampak sanksi yang diberi nama di bawah kebijakan baru yang disebut 'Khashoggi Ban' ini.

Deplu menyatakan tidak akan menoleransi mereka yang mengancam atau menyerang aktivis dan jurnalis atas nama pemerintah asing. Sementara itu Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi kepada Ahmed Hassan Mohammed Al Asiri, mantan wakil kepala intelijen Arab Saudi sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi. Departemen Keuangan menuduh Asiri sebagai otak operasi pembunuhan Khashoggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini