Dokumen Rahasia Sebut Pembunuh Khashoggi Gunakan Pesawat Milik Putra Mahkota Saudi

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 25 Februari 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 18 2368132 dokumen-rahasia-sebut-pembunuh-khashoggi-gunakan-pesawat-milik-putra-mahkota-saudi-46khtA8cPn.jpg Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. (Foto: Reuters)

PELAKU pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi menggunakan dua jet pribadi milik Sky Prime Aviaton, perusahaan milik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, demikian dilaporkan CNN mengutip sebuah dokumen “sangat rahasia”.

Laporan itu menyebutkan bahwa dokumen tersebut diajukan sehubungan dengan gugatan perdata Kanada pada awal tahun dan ditandatangani oleh menteri Saudi yang "menyampaikan perintah putra mahkota".

BACA JUGA: Putra Mahkota Arab Saudi Jalani Operasi Usus Buntu di Rumah Sakit

"Menurut instruksi Yang Mulia Putra Mahkota," tulis menteri, yang dikutip oleh CNN, "segera setujui penyelesaian prosedur yang diperlukan untuk ini."

Diwartakan Sputnik, dokumen tersebut dilaporkan mengungkapkan bagaimana kepemilikan Sky Prime Aviation diperintahkan untuk dialihkan ke dana kekayaan negara dengan nilai USD400 miliar pada akhir 2017, yang disebut Dana Investasi Publik. Kemudian, menurut CNN, para pembunuh menggunakan pesawat perusahaan itu dalam pembunuhan Khashoggi.

"Dia (Putra Mahkota Saudi) seharusnya melacak (perusahaan) dan akan mengetahui bagaimana perusahaan itu digunakan," kata Dan Hoffman, mantan direktur Divisi Timur Tengah CIA, mengatakan, dikutip oleh CNN.

BACA JUGA: Pemerintahan Biden Diminta untuk Rilis Kasus Pembunuhan Khashoggi

"Dan itu hanya bukti yang lebih potensial bahwa dia tahu tentang ini (pembunuhan Khashoggi). Yang selalu menjadi perdebatan. Ini hanyalah bukti yang lebih banyak dari itu."

Khashoggi hilang pada Oktober 2018 setelah memasuki kedutaan Saudi di Istanbul, Turki. Awalnya menyangkal mengetahui keberadaannya, Riyadh kemudian mengakui bahwa jurnalis tersebut telah dibunuh di dalam konsulat.

Riyadh secara rutin membantah tuduhan bahwa anggota keluarga kerajaan, dan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman khususnya, terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Pada September 2020, Pengadilan Kriminal Saudi menjatuhkan hukuman penjara untuk delapan tersangka.

Pada Rabu (24/2/2021) Axios melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah membaca laporan intelijen, yang akan diterbitkan pada Kamis (25/2/2021), yang melibatkan MBS, julukan untuk sang putra mahkota, dalam pembunuhan Khashoggi.

Biden akan mengangkat isu ini saat berbicara di telepon dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada 24 Februari.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini