Iran Tolak Pembicaraan dengan AS dan UE untuk Kembali ke Perjanjian Nuklir 2015

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 01 Maret 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 18 2370044 iran-tolak-pembicaraan-dengan-as-dan-ue-untuk-kembali-ke-perjanjian-nuklir-2015-GGtuchvz3c.jpg Foto: Reuters.

DUBAI - Iran pada Minggu (28/2/2021) mengesampingkan mengadakan pertemuan informal dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara besar lainnya untuk membahas cara-cara menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015. Teheran bersikeras Washington harus terlebih dahulu mencabut semua sanksi sepihaknya.

"Mempertimbangkan tindakan dan pernyataan baru-baru ini oleh Amerika Serikat dan tiga kekuatan Eropa, Iran tidak menganggap ini sebagai waktu untuk mengadakan pertemuan informal dengan negara-negara ini, yang diusulkan oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE)," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Biden Tak Akan Cabut Sanksi AS Terhadap Iran

Washington mengatakan kecewa tetapi tetap siap untuk "kembali terlibat dalam diplomasi yang berarti" dan akan berkonsultasi dengan negara-negara besar lainnya untuk mencari jalan ke depan.

Para pejabat Iran mengatakan Teheran sedang mempelajari proposal oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell untuk mengadakan pertemuan informal dengan pihak lain dalam pakta nuklir dan Amerika Serikat, yang memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan pada 2018.

Pemerintahan Joe Biden telah mengatakan siap untuk berbicara dengan Iran tentang kembalinya kedua negara ke perjanjian yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).

BACA JUGA: Isu Nuklir Iran dalam Titik Kritis, China Desak AS Cabut Sanksi

Namun, kedua belah pihak tidak bisa sepakat siapa yang harus mengambil langkah pertama. Iran mengatakan AS harus mencabut sanksi, sementara Washington mengatakan Teheran harus kembali mematuhi kesepakatan, yang telah dilanggar secara progresif sejak 2019.

Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan Washington tetap ingin mencapai "saling kembali pada kepatuhan" dengan kesepakatan itu.

Dia mengatakan akan berkonsultasi dengan negara-negara besar yang juga merupakan pihak dalam kesepakatan itu - Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia - tentang jalan terbaik ke depan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini