"Sudah 5 hari sejak banjir kedua melanda, belum ada tim medis yang masuk ke lokasi bencana. Namun, beberapa bantuan sembako dan makanan instan mulai berdatangan dari para relawan. Makanya, warga terpaksa menggunakan solar untuk obat penyakit kulit," tutur Sumadi, salah satu korban banjir, Senin (1/3/2021).
Baca Juga: Ratusan Warga Bekasi yang Mengungsi Akibat Banjir Mulai Terserang Penyakit
Sementara Wakil Ketua DPRD Demak, Maskuri menilai, banjir Sayung tahun ini paling tinggi dibanding sebelumnya.
"Banjir ini sebenarnya bisa diantisipasi oleh pemerintah, seperti normalisasi dan antisipasi limpasan sungai yang terjadi dari hulu sungai tuntang dan sungai Dombo Sayung," ujar Maskuri.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.