Tak Ada Bantuan Obat, Korban Banjir Desa Sayung Demak Obati Sakit Kulit dengan Solar

Sukma Wijaya, iNews · Senin 01 Maret 2021 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 340 2369952 tak-ada-bantuan-obat-korban-banjir-desa-sayung-demak-obati-sakit-kulit-dengan-solar-13gkmn8odA.jpg Warga Desa Sayung, Demak, melintasi banjir yang merendam rumah mereka sejak 5 hari lalu.(Foto:iNews TV)

DEMAK - Lima hari sejak banjir kedua melanda Desa Sayung, Demak, Jawa Tengah, belum ada tim medis yang masuk ke lokasi bencana.

Imbasnya, warga yang terserang penyakit kulit tidak bisa mengobati penyakitnya dengan salep kulit. Warga terpaksa menggunakan BBM juenis solar untuk mengobati kaki dari penyakit kulit.

Selain itu demi mencegah penyakit kulit karena lama berendam dalam air, warga hanya mengusapi kakinya dengan solar.

Menurut warga, menggunakan solar lebih mujarab dibandingkan salep kulit yang biasa dijual di apotik. Selain luka akibat penyakit kulit cepat kering, mereka tidak merasa gatal-gatal ketika beraktivitas seharian dalam genangan air.

Baca Juga: Pemerintah Ganti 23.064 Dokumen Kependudukan Korban Banjir yang Rusak

Entah siapa yang mengawali, solar menjadi formula anti penyakit kulit atau kutu air. Namun ironis formula kesehatan yang diyakini warga korban banjir desa sayung muncul, karena harga salep kulit cukup mahal dan tidak bisa menyembuhkan penyakit kulit dalam waktu singkat,.

"Sudah 5 hari sejak banjir kedua melanda, belum ada tim medis yang masuk ke lokasi bencana. Namun, beberapa bantuan sembako dan makanan instan mulai berdatangan dari para relawan. Makanya, warga terpaksa menggunakan solar untuk obat penyakit kulit," tutur Sumadi, salah satu korban banjir, Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Ratusan Warga Bekasi yang Mengungsi Akibat Banjir Mulai Terserang Penyakit

Sementara Wakil Ketua DPRD Demak, Maskuri menilai, banjir Sayung tahun ini paling tinggi dibanding sebelumnya.

"Banjir ini sebenarnya bisa diantisipasi oleh pemerintah, seperti normalisasi dan antisipasi limpasan sungai yang terjadi dari hulu sungai tuntang dan sungai Dombo Sayung," ujar Maskuri.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini