PASURUAN - Korban longsor lereng Gunung Bromo di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berangsur mulai membaik.
Sejumlah petani pun turut membesuk Sumardi, korban longsor tersebut. Sejumlah luka di bagian wajah, kaki, hingga tangannya tampak mulai mengering. Meski demikian, Sumardi mengaku masih trauma atas kejadian longsor yang menimpanya tersebut.
Baca juga: Banjir Kiriman dari Lereng Bromo, Petugas Evakuasi Warga Probolinggo
"Ada lahan, saya duduk langsung terseret. Saya tolong-tolong. Di situ ada orang bangun, dan akhirnya orang datang (menolong)," kata Sumardi saat ditemui di kediamannya, Senin (1/3/2021).
Baca juga: Pasuruan Banjir Bandang, 2 Rumah Hilang Terseret Arus dan Jalur Pantura Lumpuh Total
Kades Andonosari Antok menambahkan, kondisi Sumardi banyak mengalami luka lecet di bagian tubuhnya.
"Alhamdulilah yang bersangkutan kondisinya mulai membaik," ujarnya.
Dia menambahkan, lima warga terdampak longsor lereng Gunung Bromo di desanya. Para warga itu mengalami hewan peliharanya tertimbun longsor, hingga bagian belakang rumah yang rubuh akibat longsor.
"Saya terima kasih kepada BPBD Pasuruan atas bantuan logistiknya," ujar dia.
Antok berharap, pemerintah bisa segera memperbaiki jembatan penghubung antardesa yang terputus akibat lonsor tersebut.
"Ada badan jalan, jembatan yang ambrol, dan bahu jalan juga menyempit karena longsor," tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.