Gubernur provinsi Nangarhar Ziaulhaq Amarkhil mengatakan kepada para wartawan bahwa seorang perempuan lanjut usia yang sedang lewat juga terluka.
Tidak ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan mematikan sore itu. Seorang juru bicara dari kelompok Taliban membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Kepala polisi Nangarhar Juma Gul Hemat mengatakan seorang tersangka bersenjata ditahan dan penyelidikan sedang dilakukan.
Serangan pada Selasa (2/3) itu adalah yang terbaru dari gelombang pembunuhan terarah yang sedang berlangsung terhadap tokoh-tokoh terkenal di Afghanistan, termasuk jurnalis, aktivis LSM, cendekiawan agama, hakim, dan pejabat pemerintah.
(Baca juga: Pencabutan Larangan Perjalanan, Picu Debat Soal Pemeriksaan Warga Iran Masuk AS)