Pencabutan Larangan Perjalanan, Picu Debat Soal Pemeriksaan Warga Iran Masuk AS

Agregasi VOA, · Rabu 03 Maret 2021 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 18 2371261 pencabutan-larangan-perjalanan-picu-debat-soal-pemeriksaan-warga-iran-masuk-as-yE67XZayFI.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Pencabutan larangan perjalanan terhadap Iran Januari lalu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, belum menghidupkan kembali kedatangan mereka ke AS . Namun hal itu telah menyulut perdebatan tentang warga Iran mana yang seharusnya diperbolehkan memasuki AS dan apakah metode pemeriksaan terhadap mereka masih efektif.

Biden mencabut larangan perjalanan yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump terhadap Iran dan 12 negara lainnya hanya beberapa jam setelah menjabat sebagai presiden pada tanggal 20 Januari. Ia mengatakan, restriksi visa bagi warga negara-negara tersebut, tujuh di antaranya berpenduduk mayoritas Muslim di Timur Tengah dan Afrika, tidak sesuai dengan tradisi AS yang menyambut orang-orang dari semua agama dan mengganggu keamanan nasional.

Trump mengatakan larangan itu dijustifikasi karena adanya kekhawatiran tentang masuknya teroris asing ke Amerika Serikat dan kemampuan pihak berwenang AS dalam menyaring pemohon visa dari negara-negara yang dirundung terorisme.

(Baca juga: Pertemuan Khusus Menlu ASEAN, Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar)

Dalam 40 hari sejak Biden mencabut larangan perjalanan, belum ada lonjakan warga Iran yang datang ke AS, menurut Dewan Nasional Iran Amerika (NIAC) kelompok advokasi yang mendukung langkah presiden Biden. Warga Iran merupakan kelompok terbesar pemohon visa Amerika Serikat selama beberapa dekade, menurut laporan New York Times pada bulan Januari, mengutip kelompok advokasi Iran-Amerika dan pengacara imigrasi.

“Menurut pengamatan pribadi dan melihat pada restriksi perjalanan yang masih diberlakukan, saya kira tidak akan ada perubahan signifikan (warga Iran yang memasuki Amerika Serikat) sejauh ini. Dan saya memperkirakan ini tidak akan segera berubah,” kata direktur kebijakan NIAC, Ryan Costello kepada VOA.

(Baca juga: Menteri Australia Dituduh Lakukan Perkosaan, Korban Dilaporkan Bunuh Diri)

Data terbaru penerbitan visa internasional oleh Departemen Luar Negeri yang dapat diakses oleh publik memperlihatkan AS memberikan visa imigran kepada 46 warga Iran pada bulan Januari, naik sedikit dari 39 orang pada bulan Desember. Jumlah visa nonimigran yang dikeluarkan bagi warga Iran menurun dari 188 menjadi 154 pada periode yang sama.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini