Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Raden Wijaya Hancurkan Tentara Mongol, Dikelabui Akan Diberi Putri Jawa

Doddy Handoko , Jurnalis-Kamis, 04 Maret 2021 |06:48 WIB
Raden Wijaya Hancurkan Tentara Mongol, Dikelabui Akan Diberi Putri Jawa
Raden Wijaya. (Foto: Wikimedia Commons/Wikipedia)
A
A
A

PENGUASA dari Mongol, Khubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari untuk meminta sang raja mengakui kekuasannya. Raja Kertanegara yang sadar akan keagungannya dan kekuasannya tidak sudi menyerah.

Dalam Negarakrtagama, Kertanegara disebutkan telah menguasai seluruh Jawa, Sunda dan Madura. Ia mengirim ekspedisi militer ke Malayu, menguasai Pahang di Semenanjung Malayu, juga menaklukkan Bali dan memboyong rajanya sebagai tawanan pada 1284. Dia juga menguasai Gurun, pulau di wilayah timur Nusantara, dan Bakulapura atau Tanjungpura di barat daya Kalimantan.

Utusan Mongol terakhir datang pada 1289. Namun, mukanya dirusak dan telinganya dipotong oleh Kertanegara. Akibatnya Khubilai Khan murka, ia mengirim angkatan perang Mongol berlayar menuju Jawa pada 1292. Mereka dipimpin oleh Shi Bi, Ike Mese, dan Gao Xing. Dua nama pertama orang Mongol, yang ketiga Tionghoa.

Baca juga: Kisah Nama Batavia Lahir dari Serdadu VOC Mabuk dan Java Bier "Untuk Orang Kuat"

Dalam catatan Dinasti Yuan dituliskan, ketika Kaisar Shizu (Khubilai) menaklukkan orang-orang barbar di keempat penjuru dunia dan mengirimkan para perwira ke berbagai negara di seberang lautan, Jawa adalah satu-satunya negara yang harus diserang dengan sebuah angkatan perang. 

Dari berita Cina, tentara Mongol sampai ke Majapahit pada 1 Maret 1293. Sebelumnya, mereka mendarat di Tuban, mendirikan perkemahan di tepi Sungai Brantas.

Namun peta perpolitikan di tanah Jawa telah berubah. Raja Kertanegara telah tewas dibunuh oleh Raja Jayakatwang dari Kediri. Hal tersebut tidak diketahui oleh Jenderal Ike Mese.

Baca juga: Arak Batavia Sempat Dicicipi Marco Polo dan Kapten James Cook

Kedatangan Pasukan Mongol diketahui oleh Raden Wijaya yang telah bermukim di kawasan hutan Tarik, dekat Muara Kali Brantas. 

Raden Wijaya adalah menantu Kertanegara. Ia menikah dengan 4 orang putri Kertanagara, yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri. Tribhuwaneswari dipilih sebagai permasiuri, sedangkan yang lainnya sebagai istri selir. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement