China Setujui Obat Tradisional untuk Pengobatan Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Maret 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 18 2372705 china-setujui-obat-tradisional-untuk-pengobatan-covid-19-KTFpLG8TZm.jpg Seorang wanita sedang meramu obat tradisional China (Foto: CNN)

CHINA - China telah menyetujui tiga produk obat tradisional China (TCM) dijual secara umum untuk membantu mengobati Covid-19. Hal ini diumumkan Badan Produk Medis Nasional China pada Rabu (3/3).

Melalui pernyataan, badan tersebut menjelaskan pihaknya menggunakan prosedur persetujuan khusus untuk memberi lampu hijau pada tiga produk, yang "memberikan lebih banyak pilihan untuk pengobatan Covid-19”.

Produk herbal datang dalam bentuk butiran dan dilacak asal-usulnya ke "resep China kuno”. Obat tradisional ini dikembangkan dari pengobatan TCM yang telah digunakan pada awal pandemi, dan telah diteliti oleh banyak akademisi dan ahli kesehatan di garis depan.

Ketiga produk tersebut adalah "butiran pembersih paru-paru dan detoksifikasi," "butiran pengurai kelembaban dan detoksifikasi," dan "butiran pendifusi dan detoksifikasi paru-paru”.

(Baca juga: Paus Fransiskus Kunjugan ke Irak, Dianggap Sebagai Perjalanan Paling Berbahaya)

Keamanan dan efektivitas TCM masih diperdebatkan di China. Meskipun banyak pengobatan di TCM telah digunakan selama ratusan tahun, namun kritikus berpendapat tidak ada bukti ilmiah yang dapat diverifikasi untuk mendukung manfaat yang diharapkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengobatan kuno telah berulang kali dielu-elukan sebagai sumber kebanggaan nasional oleh Presiden China Xi Jinping, yang juga seorang pendukung TCM terkenal.

"Pengobatan tradisional adalah harta peradaban Tiongkok yang mewujudkan kebijaksanaan bangsa dan rakyatnya," kata Xi dalam konferensi nasional di TCM pada Oktober 2019.

Selama wabah, Xi berulang kali mendesak para dokter untuk merawat pasien dengan obat campuran China dan Barat.

Menurut Kementerian Sains dan Teknologi, puluhan ribu pasien Covid-19 menerima pengobatan herbal bersama dengan obat antivirus utama tahun lalu.

"Dengan menyesuaikan kesehatan seluruh tubuh dan meningkatkan kekebalan, TCM dapat membantu merangsang kemampuan pasien untuk melawan dan pulih dari penyakit, yang merupakan cara terapi yang efektif," kata Wakil Kepala Administrasi Pengobatan Tradisional Cina Nasional China Yu Yanhong, pada Maret 2020.

(Baca juga: Perkawinan Tak Biasa, Komodo "Selingkuh" dengan Kadal Australia)

Yu mengatakan dalam uji klinis terhadap 102 pasien dengan gejala ringan di Wuhan, pasien dengan perawatan gabungan dibandingkan dengan kelompok kontrol pasien yang hanya menerima pengobatan Barat, dan hasilnya tingkat pemulihan mereka 33% lebih tinggi.

Pada akhir Maret tahun lalu, China telah mengendalikan sebagian besar wabahnya. Meskipun kadang-kadang mengalami gejolak di berbagai lokasi, tapi jumlahnya tetap rendah dan kehidupan sehari-hari telah kembali berjalan normal. Pembatasan telah dicabut, memungkinkan orang untuk bepergian ke seluruh negeri dan berkumpul tanpa masker.

Pihak berwenang memuji TCM karena membantu menahan gejala Covid dan membatasi wabah Covid-19. Pada Januari lalu, hingga 60.000 dosis TCM dikirim ke petugas polisi garis depan untuk melindungi mereka dari Covid-19.

Sejumlah provinsi, termasuk Jilin dan Hebei, menerapkan "Rencana Pencegahan TCM" pada bulan Januari untuk meresepkan TCM kepada pasien Covid-19.

Saat ini, pihak berwenang ingin memperluas industri, yang diperkirakan melebihi 3 triliun yuan (Rp6.619 triliun) pada 2020.

Pada Februari lalu, Kantor Umum Dewan Negara mengatakan China akan membudidayakan 100.000 profesional TCM dalam 10 tahun ke depan, dan menerapkan langkah-langkah seperti kurikulum TCM di sekolah. Lalu lebih banyak pusat rehabilitasi TCM akan dibangun, beberapa dengan pusat penelitian klinis.

Media pemerintah juga mempromosikan TCM dalam liputannya. Kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan TCM menawarkan sebuah sumber "harapan" bagi warga China-Amerika di New York ketika sistem kesehatan umum kota itu hampir runtuh, dan mengklaim jika pengobatan itu telah diadopsi oleh Kuwait untuk pengobatan Covid.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang memberikan dukungan pertama kali terhadap TCM pada 2018, pada awalnya menyarankan agar tidak menggunakan pengobatan herbal tradisional untuk Covid-19 di situs webnya. Namun kemudian peringatan ini dihapus karena dianggap “terlalu luas”.

Sementara itu, beberapa komunitas biomedis mengatakan WHO mengabaikan toksisitas beberapa jamu dan kurangnya bukti bahwa itu berhasil.

Sedangkan pendukung hak-hak hewan mengatakan itu akan semakin membahayakan hewan seperti harimau, trenggiling, beruang dan badak, yang organnya digunakan di beberapa pengobatan TCM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini