Penjaga Kebun Tewas Ditembak Maling Kelapa Sawit

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 05 Maret 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 610 2373035 penjaga-kebun-tewas-ditembak-maling-kelapa-sawit-TvJU6N7xTK.jpg Penjaga kebun tewas ditembak maling kelapa sawit (Foto : iNews/Era)

MURATARA - Penjaga kebun sawit tewas akibat ditembak oleh pelaku pencurian. Korban bernama Sugeng (45) itu ditembak di bagian dada sebelah kiri dan lengan sebelah kanan, oleh pelaku pencurian kelapa sawit di tempat korban bekerja.

Menurut keterangan Keluarga korban, Fikri, saat itu Kakaknya yang bekerja sebagai penjaga kebun, sedang bertugas menjaga kebun kelapa sawit di Desa Embacang Ilir. Pada Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, kakaknya sedang patroli di kebun bersama temannya yang bernama Endri.

"Sewaktu kakak saya sedang patroli keliling kebun sawit, kakak dan temannya Endi memergoki orang yang sedang panen sawit atau sedang mencuri buah sawit," kata Fikri kepada wartawan.

Saat dipergoki korban, diduga pelaku kaget dan berusaha melawan dengan menembak kakaknya dengan senjata api atau Senpi dua kali.

Sugeng ditembak di bagian dada dan lengan. Lalu teman kakaknya Endri karena tak memiliki senjata untuk melawan, melihat korban terjatuh langsung berusaha menyelamatkan diri dan meminta bantuan dengan warga sekitar.

Selanjutnya, warga sekitar yang mendapat kabar, langsung mendatangi lokasi kebun sawit, saat dilokasi para pelaku pencurian yang menembak korban sudah melarikan diri.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, guna mendapatkan pertolongan. Namun saat di rumah sakit nyawa korban tidak tertolong lagi.

Dikatakan Fikri, kakaknya bekerja di kebun sawit itu sudah hampir 15 tahun, dia mulai sawit masih dalam bentuk bibit sudah bekerja di sana.

Baca Juga : Polisi Tangkap 3 Perampok yang Menggasak 1.245 Unit Handphone

Sementara Kapolsek Karang Jayo Iptu Suhardi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian penembakan itu. Dan pelakunya merupakan pencuri kelapa sawit yang dipergoki korban. "Dari keterangan saksi yang selamat, korban berjumlah lima orang," kata Iptu Suhardi.

Selain itu, senjata yang digunakan pelaku diduga senpi ilegal jenis kecepek. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Muratara.

"Kita sudah memeriksa saksi-saksi dan olah TKP, sedabkan pelaku saat ini masih diburu," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini