Undang-Undang Baru Kamboja, Langgar Aturan Covid-19 Bisa Dipenjara 20 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Maret 2021 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 18 2374199 undang-undang-baru-kamboja-langgar-aturan-covid-19-bisa-dipenjara-20-tahun-pRsYTEXnX2.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PHNOM PENHKamboja mengadopsi undang-undang baru yang akan membuat tindakan yang melanggar pembatasan Covid-19 sebagai kejahatan serius yang dapat diganjar hukuman 20 tahun penjara. Aturan baru yang keras itu dikritik sebagai cara untuk menindak perbedaan pendapat.

Disahkan dengan suara bulat oleh parlemen negara pada Jumat (5/3/2021), undang-undang tersebut menyerukan hukuman penjara tiga tahun bagi mereka yang melanggar perintah karantina, dan hingga dua puluh tahun penjara untuk kelompok mana pun yang dengan sengaja menyebarkan virus.

BACA JUGA: Menlu China Sebut Tuduhan Genosida Uighur "Tidak Masuk Akal"

Menteri Kesehatan Kamboja Mam Bunheng memuji undang-undang tersebut sebagai cara untuk "melindungi kesehatan masyarakat."

Negara Asia Tenggara telah mendaftarkan 932 kasus Covid sejak dimulainya pandemi, tetapi belum mencatat satu kematian pun terkait dengan virus tersebut.

Kritikus mengklaim bahwa undang-undang tersebut berlebihan dan dapat digunakan oleh pemerintah untuk menindak lawan politik. Human Rights Watch (HRW) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa undang-undang tersebut akan "semakin mengikis hak-hak aktivis dan pembangkang."

"Memberlakukan hukuman yang sangat keras untuk pelanggaran Covid-19 bertentangan dengan prinsip kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia," kata Wakil Direktur HRW Asia Phil Robertson dalam sebuah pernyataan yang dilansir RT.

BACA JUGA: Sembuh dari COVID-19, Dua WNI di Kamboja Berbagi Cerita Mereka

Undang-undang tersebut disahkan beberapa hari setelah pemimpin oposisi yang diasingkan Sam Rainsy dijatuhi hukuman 25 tahun penjara secara in absentia atas dugaan rencana untuk menggulingkan Perdana Menteri Hun Sen, yang telah memerintah Kamboja selama 36 tahun.

Kamboja bukan satu-satunya negara yang menjatuhkan hukuman keras bagi mereka yang melanggar langkah-langkah Covid. Bulan lalu, pemerintah Inggris mengancam hukuman penjara hingga 10 tahun bagi siapa pun yang kedapatan memalsukan riwayat perjalanan mereka ketika memasuki negara itu karena melanggar aturan karantina.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini