Menlu China Sebut Tuduhan Genosida Uighur "Tidak Masuk Akal"

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Maret 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 18 2374068 menlu-china-sebut-tuduhan-genosida-uighur-tidak-masuk-akal-2aimQgrEBf.jpg Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (Foto: Reuters)

BEIJING - Menteri Luar Negeri China mengatakan tuduhan bahwa negaranya melakukan genosida terhadap etnis Muslim Uighur adalah "sangat tidak masuk akal" dan "kebohongan yang lengkap". Komentar itu disampaikan Wang Yi selama konferensi pers tahunan pada Minggu (7/3/2021).

Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), telah menggunakan genosida istilah tersebut untuk menggambarkan perlakuan China terhadap warga Uighur. Istilah itu digunakan di tengah semakin banyak bukti pelanggaran di "kamp pendidikan ulang" untuk orang Uighur di provinsi Xinjiang.

BACA JUGA: Kesaksian Eks Tahanan: Wanita Uighur Diperkosa Secara Sistemik di Kamp Xinjiang

China dituduh melakukan sterilisasi paksa terhadap perempuan Uighur dan memisahkan anak dari keluarga mereka. Penyelidikan BBC juga menunjukkan bahwa etnis Uighur digunakan untuk kerja paksa dan terjadinya pemerkosaan dan penyiksaan sistematis.

China telah melarang televisi BBC World News atas liputan perusahaan tentang masalah Uighur dan virus korona.

Berbicara pada Minggu, Wang Yi mengatakan politisi Barat memilih untuk percaya kebohongan tentang apa yang terjadi di Xinjiang dan mengatakan China akan menyambut orang untuk mengunjungi wilayah tersebut.

BACA JUGA: ICC Tolak Selidiki China Terkait Pengaduan Genosida Uighur

"Apa yang disebut 'genosida' di Xinjiang sangat tidak masuk akal. Itu adalah rumor dengan motif tersembunyi dan kebohongan total," katanya sebagaimana dilansir Reuters.

"Ketika berbicara tentang 'genosida', kebanyakan orang berpikir tentang penduduk asli Amerika Utara di abad ke-16, budak Afrika di abad ke-19, Yahudi di abad ke-20, dan penduduk asli Australia yang masih bertempur hingga hari ini," tambahnya merujuk pada catatan hak asasi manusia dari beberapa negara pengkritik China.

PBB mengatakan setidaknya satu juta anggota minoritas Muslim ditahan di kamp-kamp tersebut, yang menurut China memberikan pelatihan kejuruan dan bertujuan untuk memberantas ekstremisme.

Tetapi baik mantan menteri luar negeri AS saat ini maupun yang sekarang telah menggambarkan perlakuan China terhadap Uighur sebagai genosida, seperti yang dilakukan oleh parlemen Kanada dan Belanda.

Konvensi PBB tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida mendefinisikannya sebagai tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan, secara keseluruhan atau sebagian, kelompok nasional, etnis, ras atau agama.

Tuduhan tersebut telah mendorong seruan di beberapa negara untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini