Tolak Patuhi Perintah, Polisi Myanmar dan Keluarganya Melarikan Diri ke India

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Maret 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 18 2374289 tolak-patuhi-perintah-beberapa-polisi-myanmar-dan-keluarganya-melarikan-diri-ke-india-hkt0dTHUOf.jpg Foto: Reuters.

NAYP YI DAW – Beberapa polisi di Myanmar dilaporkan telah melarikan diri ke negara tetangga India dan mencari perlindungan setelah menolak melaksanakan perintah untuk menghadapi para demonstran antikudeta.

Wakil Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat senior di distrik Champhai di Negara Bagian Mizoram, India, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia telah menerima surat dari mitranya di Distrik Falam Myanmar yang meminta pemulangan para petugas polisi.

BACA JUGA: Australia Putuskan Hubungan dengan Militer Myanmar

"Untuk menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan hormat diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang telah tiba di wilayah India dan menyerahkannya ke Myanmar," demikian bunyi surat itu sebagaimana dilansir Reuters.

Zuali mengatakan dia sedang menunggu instruksi dari kementerian dalam negeri India di Delhi terkait isu ini.

Menurut Reuters, sekira 30 orang termasuk para petugas dan anggota keluarga mereka telah melintasi perbatasan ke India untuk mencari perlindungan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu, sejumlah warga Myanmar lainnya sedang menunggu di perbatasan berharap untuk melarikan diri dari kekacauan tersebut, kantor berita AFP melaporkan, mengutip pejabat India.

Myanmar dicengkeram oleh protes dan pemogokan massal menyusul kudeta militer bulan lalu.

BACA JUGA: PBB: Hari Paling Berdarah di Myanmar, 50 Orang Tewas, Aparat Gunakan Peluru Tajam

Pasukan keamanan telah mengambil tindakan tegas terhadap demonstrasi dan setidaknya 55 kematian telah dilaporkan. Polisi melakukan penggerebekan pada Sabtu (6/3/2021) malam di kota terbesar, Yangon, menjelang protes lebih lanjut yang menentang militer.

Rekaman video menunjukkan pasukan keamanan berulang kali menembaki gedung ketika mereka bergerak ke jalanan untuk melakukan penangkapan.

Beberapa jam kemudian, ribuan demonstran berkumpul kembali di Yangon dan Kota Mandalay.

Kejadian itu menyusul demonstrasi di seluruh negeri pada Sabtu, dengan polisi di Yangon menggunakan gas air mata, peluru karet dan granat kejut untuk membubarkan kerumunan, kata laporan. Sejauh ini tidak ada laporan korban baru.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini