Demi Penghematan, Armada Pesawat Ratu Elizabeth Akan Dijual

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 Maret 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 18 2374371 demi-penghematan-armada-pesawat-ratu-elizabeth-akan-dijual-ZdghTPPV1m.jpg Ratu Inggris Elizabeth II. (Foto: Reuters)

LONDON – Kementerian Pertahanan Inggris akan menjual armada pesawat Ratu Elizabeth II sebagai bagian dari pemotongan anggaran yang dilakukan.

Daily Mail mewartakan bahwa Angkatan Udara Kerajaan (Royal Air Force/RAF) tengah berada di bawah tekanan untuk menghemat uang dan menjual empat unit pesawat BAE-146 yang mahal untuk diterbangkan. Penjualan armada pesawat itu dilaporkan akan dilakukan tahun depan.

BACA JUGA: Sepupu Ratu Elizabeth Dipenjara Atas Tuduhan Serangan Seksual

Dengan tidak adanya rencana untuk mengganti armada Yang Mulia Ratu, Sang Ratu serta anggota keluarga Kerajaan lainnya yang bekerja, harus meminjam RAF Voyager dari Perdana Menteri Boris Johnson untuk melakukan perjalanan. Johnson menghadapi kritik keras pada musim panas lalu ketika dia memesan perbaikan pesawat dengan harga USD1,2 juta.

"BAE-146 adalah pesawat serbaguna yang sangat dihargai yang telah melayani anggota senior Keluarga Kerajaan, komandan militer dan perdana menteri dengan perbedaan selama beberapa dekade," kata Tobias Ellwood, ketua Komite Pertahanan Bersama sebagaimana dilansir Sputnik.

Berita tersebut memicu kekhawatiran tentang bagaimana Keluarga Kerajaan akan melakukan perjalanan untuk melakukan tugas mereka.

"Para menteri perlu menjelaskan sebagai masalah yang mendesak bagaimana Ratu dan Keluarga Kerajaan akan diangkut untuk memenuhi tanggung jawab penting kerajaan dan Persemakmuran," kata anggota parlemen dari Partai Buruh Gareth Thomas.

BACA JUGA: Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip Sudah Divaksin Covid-19

Kementerian Pertahanan, bagaimanapun, meyakinkan bahwa keputusan itu tidak akan menghalangi kemampuan para bangsawan untuk bepergian.

"Kami akan terus menawarkan transportasi udara yang sesuai untuk VIP dan komandan, namun kami tidak akan menghindar dari keputusan sulit dan akan selalu berusaha untuk memberikan nilai uang maksimum dalam program pengadaan kami," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini