Banjir, Lalu Lintas di Jimbaran Bali Lumpuh

Bagus Alit, iNews · Selasa 09 Maret 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 244 2374768 banjir-lalu-lintas-di-jimbaran-bali-lumpuh-LA0viJfIVm.jpg Banjir di Jimbaran, Bali (Foto: Bagus Alit)

JIMBARAN - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kuta Selatan, Badung, Bali dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sepanjang ruas jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Badung. Ketinggian air sempat mencapai selutut orang dewasa hingga melumpuhkan jalur utama yang menghubungkan kawasan wisata internasional Nusa Dua menuju Kuta maupun kota Denpasar.

Derasnya luapan air yang menutup badan jalan sepanjang hampir 1 kilometer. Bahkan, disebut-sebut sebagai banjir terparah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, 3 Desa di Probolinggo Kebanjiran

Dari pantauan, banjir  mencapai 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa mulai dari depan SLB Jimbaran hingga traffic light Simpang Jimbaran. Banjir selain karena derasnya curah hujan, pembuangan air juga tak bisa mengalir dengan baik akibat terhalang median jalan. Selain itu, banjir juga dipicu kiriman air dari daerah Goa Gong serta luapan air sungai yang tersumbat sedimentasi.

"Beberapa salursan tersumbat, memang harus dibersihkan secara rutin," ujar Lurah Jimbaran, Ketut Rimbawan.

Arus lalu lintas sementara dialihkan dengan menggunakan setengah dari jalur arah Denpasar menuju Nusa Dua.

Sementara saat genangan air mulai surut, para pengendara roda dua dan empat mulai memberanikan diri menerobos derasnya luapan air. Namun, sebagian pengendara terjebak dalam genangan air yang mengakibatkan kendaraan mereka mogok.

Baca Juga: Wagub DKI Ungkap 2 Hambatan Pembebasan Lahan untuk Atasi Banjir

Untuk mempercepat penanganan banjir, Balai Wilayah Sungai Bali-Nusa Penida mengerahkan 4 mesin penyedot air ditambah 6 mesin pompa dari Dinas PUPR Kabupaten Badung. Puluhan pekerja juga dikerahkan untuk membongkar sejumlah taman median jalan untuk mempercepat mengalirkan genangan air.

Sejumlah pekerja bahkan harus masuk hingga ke gorong-gorong untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat dari endapan material lumpur, sampah rumah tangga, hingga ranting kayu yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan.

Guna mencegah banjir serupa tak terulang, Pemerintah Kabupaten Badung merancang pembuatan ruas-ruas pemecah saluran air.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini