Demi Selamatkan Masa Depan Anak, Negara Ini Larang Pasangan Sesama Jenis Adopsi Anak

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 12 Maret 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 18 2376620 demi-selamatkan-masa-depan-anak-negara-ini-larang-pasangan-sesama-jenis-adopsi-anak-uKSVKdYuKu.jpg Foto ilustrasi LGBT (Foto: Reuters)

BRUSSELS/WARSAWPasangan sesama jenis dilarang mengadopsi anak di Polandia bahkan sebagai orangtua tunggal, di bawah undang-undang baru yang diumumkan pada Kamis (11/3) oleh partai yang berkuasa nasionalis yang telah membuat kebijakan anti-gay sebagai bagian utama.

Polandia sudah mengizinkan hanya pasangan lawan jenis atau orang lajang untuk mengadopsi anak. Perubahan yang diumumkan pada Kamis (11/3) akan mengharuskan pihak berwenang untuk memeriksa orang lajang yang ingin mengadopsi, dan melarang mereka jika mereka hidup bersama dengan seseorang yang berjenis kelamin sama.

“Kami sedang mempersiapkan perubahan di mana orang yang hidup bersama dengan sesama jenis tidak dapat mengadopsi anak, sehingga pasangan homoseksual tidak dapat mengadopsi anak," kata Wakil Menteri Kehakiman Michal Wojcik.

Wojcik mengatakan tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk melindungi masa epan anak-anak.

"Ini tentang keselamatan anak, tentang kesejahteraannya," ujarnya.

(Baca juga: Jual Mie Ramen Murah Meriah, Petani Ini Mendadak Jadi Selebriti Internet

Pemerintah Polandia mengumumkan rencananya untuk larangan adopsi beberapa jam sebelum anggota parlemen di parlemen Eropa mengadopsi resolusi hak-hak gay yang dipandang sebagai teguran langsung terhadap kebijakan Warsawa baru-baru ini.

Pengumuman tersebut kemungkinan akan mengintensifkan bentrokan antara Polandia dan Uni Eropa mengenai hak-hak LGBT, yang menurut Uni Eropa (EU) harus dihormati di semua negara anggota.

Namun Polandia menyebutnya sebagai ancaman bagi budaya Katolik Roma dan masalah domestik murni.

Partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa di Polandia mengatakan hak-hak gay adalah ancaman bagi gaya hidup tradisional di salah satu negara mayoritas Katolik di Eropa tersebut.

Para pengkritiknya mengatakan mereka telah beralih ke politik kefanatikan untuk mempertahankan kekuasaan, terutama sejak pemilu tahun lalu, yang dimenangkan oleh Presiden petahana PiS Andrzej Duda dengan seruan kepada pemilih konservatif yang menekankan pesan-pesan anti-gay.

(Baca juga: Usai Belajar Tatap Muka , 10 Sekolah Kembali Tutup)

Sementara itu, aktivis hak LGBT mengatakan kebijakan itu akan menghukum anak-anak dengan membatasi adopsi.

"Anda benar-benar harus menjadi manusia yang kejam untuk menolak anak-anak memiliki rumah, apakah itu dalam pasangan sesama jenis atau heteroseksual. Anak-anak berhak mendapatkan rumah," terang aktivis Bartosz Staszewski kepada Reuters.

Pengekangan Polandia pada hak-hak gay, adalah di antara beberapa masalah yang telah menciptakan gesekan antara EU dan pemerintah sayap kanan yang berkuasa di dua negara bekas anggota komunis tersebut. Brussels juga mengeluhkan jika Warsawa dan Budapest telah membatasi independensi media, pengadilan, LSM, dan akademisi.

Selama dua tahun terakhir, lebih dari 100 kota dan wilayah di Polandia telah mendeklarasikan diri mereka sebagai "zona bebas LGBT". Uni Eropa telah menanggapi dengan mengancam akan menahan sejumlah dana Eropa dari kota-kota tersebut. Namun pemerintah Polandia berjanji akn memberikan bantuan ke kota tersebut.

Diketahui, resolusi Parlemen Eropa, diadopsi dengan 492 suara mendukung versus 141 menentang, menyatakan "Hak LGBTIQ adalah hak asasi manusia". Ini termasuk semua wilayah EU sebagai "Zona Kebebasan LGBTIQ", bantahan yang jelas untuk sebutan "bebas LGBT" yang digunakan di Polandia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini