Polisi Pastikan Tidak Ada Penyanderaan Pesawat Milik Susi Air

Antara, · Sabtu 13 Maret 2021 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 340 2377142 polisi-pastikan-tidak-ada-penyanderaan-pesawat-milik-susi-air-xLTOOzQHPP.jpg Pesawat Susi Air di Puncak Papua (foto: istimewa)

JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi teror di wilayah pegunungan tengah Papua. Aksi teror mereka kali ini dengan menyandera pesawat Susi Air dari maskapai PT. Asi Pudjiastuti Aviation.

Pesawat jenis Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY berikut Pilot dan tiga orang penumpang itu di sandera Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua, pada Jumat 12 Maret 2021 kemarin, selama dua jam.

Namun, Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia menyatakan tidak ada kasus penyanderaan terhadap awak dan pesawat milik Susi Air oleh KKB. Menurutnya, itu bukan penyanderaan karena pesawat beserta crew sudah terbang kembali, dan tiba di Timika dengan aman.

"Dari laporan yang diterima, pesawat jenis pilatus dengan nomor penerbangan PK-BVY setibanya di Lapangan Terbang Wangbe, sekitar pukul 06.20 WIT sempat didatangi sekelompok masyarakat yang diduga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB)," kata Kompol Punia kepada Antara, Sabtu (13/3/2021).

Baca juga:  KKB Sandera Pilot Susi Air dan 3 Penumpang di Puncak Papua

Dijelaskan, pesawat yang dipiloti Ian John Terrence Hellyer berkebangsaan Selandia Baru, terbang dari Timika membawa tiga orang penumpang dan setibanya di Lapangan Terbang Wangbe didatangi KKB yang meminta untuk tidak mengangkut anggota TNI-Polri.

KKB yang diperkirakan sebanyak 30 orang itu meminta agar tidak mengangkut anggota TNI-Polri dan seusai menyampaikan maksudnya, pesawat diperbolehkan terbang kembali.

Baca juga:  Jenazah Prada Ginanjar yang Gugur di Papua, Diterbangkan ke Jakarta

"Pesawat sempat berada di lapangan terbang tersebut sekitar dua jam, dan terlihat adanya anggota yang membawa dua pucuk senjata api laras panjang," sambungnya.

Kata dia, di Distrik Wangbe tidak ada polsek dan letaknya jauh dari Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak.

"Lebih mudah bila melalui Timika dengan menggunakan pesawat berbadan kecil, " kata Kompol Punia.

Ia menambahkan, distrik terjauh yang ada polseknya baru Bioga namun saat ini akses jalan terputus akibat terjadi longsor. Polres Puncak saat ini baru memiliki tiga polsek yakni Polsek Ilaga, Sinak dan Polsek Bioga.

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan ( Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa saat dikonfirmasi lewat telepon membenarkan kejadian tersebut.

“Kami telah mendapat laporan informasi adanya penyanderaan pesawat selama 2 jam di Lapangan Terbang Wangbe, Kabupaten Puncak,” ucapnya.

Lanjut Suriastawa, penyanderaan berakhir setelah negosiasi antara penumpang dengan pihak KSB dan sekitar pukul 08.36 WIT Pesawat Susi Air PK BVY take off menuju Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika dan mendarat dengan aman.

“Meskipun tidak terjadi korban, namun kejadian ini menunjukkan aksi teror KSB di wilayah Papua, termasuk teror terhadap aktivitas penerbangan sipil. Dan kami selalu berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian" kata Suriastawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini