Sri Lanka Akan Larang Burqa Secara Permanen dan Tutup 1.000 Madrasah

Agregasi VOA, · Senin 15 Maret 2021 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 18 2377740 sri-lanka-akan-larang-burqa-secara-permanen-GlWKS0huRk.jpg Burqa (Foto: Reuters)

Dia mengatakan setiap orang memiliki hak untuk memakai penutup wajah terlepas dari keyakinan mereka. "Hal itu harus dilihat dari sudut pandang hak dan bukan hanya dari sudut pandang agama,” lanjutnya.

Mengenai masalah madrasah, Ahmed menekankan bahwa sebagian besar sekolah Muslim terdaftar di pemerintah.

"Mungkin ada ... sekitar 5% yang belum patuh dan tentu saja bisa ditindak," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah negara itu mewajibkan kremasi korban Covid-19, sejalan dengan praktik mayoritas Buddha, tetapi bertentangan dengan keinginan warga Muslim, yang ingin menguburkan jenazah keluarga mereka.

Larangan ini dicabut awal tahun ini setelah mendapat kecaman dari AS dan kelompok hak asasi internasional.

Bulan lalu, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mempertimbangkan resolusi baru terkait dengan meningkatnya masalah hak asasi manusia (HAM) di Sri Lanka, termasuk terkait perlakuan terhadap Muslim.

Sri Lanka diminta untuk menuntut pertanggungjawaban para pelanggar HAM dan memberikan keadilan kepada para korban perang saudara yang telah berlangsung selama 26 tahun.

Konflik 1983-2009 menewaskan sedikitnya 100.000 orang, kebanyakan warga sipil dari komunitas minoritas Tamil.

Sri Lanka membantah keras tuduhan tersebut dan telah meminta negara-negara anggota untuk tidak mendukung resolusi tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini