Sementara mantan Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir penting dengan Iran pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi-sanksi keras terhadap negara itu, Presiden Joe Biden telah menawarkan untuk bergabung dalam pembicaraan untuk memulihkan kesepakatan tersebut.
Tetapi Washington dan Teheran telah menghadapi kebuntuan, karena masing-masing bersikeras menuntut pihak lain mengambil langkah terlebih dahulu untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu.
Kelompok-kelompok HAM menuduh kelompok garis keras di badan-badan keamanan Iran menggunakan tahanan asing sebagai alat tawar-menawar untuk mendapatkan uang atau pengaruh dalam negosiasi dengan Barat. Teheran menyangkalnya, tetapi pertukaran tahanan pernah dilakukan Iran pada masa lalu. Maret lalu, contohnya, Iran dan Prancis menukar peneliti Prancis Roland Marchal dengan insinyur Iran Jalal Ruhollahnejad.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.