Dicekoki Miras, Bocah 14 Tahun Diperkosa 4 Orang Migran di Penampungan Pengungsi

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 17 Maret 2021 06:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 18 2379018 dicekoki-miras-bocah-14-tahun-diperkosa-4-orang-migran-di-penampungan-pengungsi-c00rCmxf9Y.jpg Salah satu pelaku pemerkosaan di persidangan (Foto: Newsflash)

JERMAN - Sekelompok pengungsi memperkosa seorang siswi beberapa kali setelah membius dan mencecokinya dengan minuman beralkohol.

Para pelaku berusia antara 17 hingga 26 tahun dilaporkan berada di tempat penampungan pengungsi di kota Illerkirchberg, Baden-Wurttemberg di Jerman, saat mereka memperkosa gadis berusia 14 tahun itu.

Melalui sidang di Pengadilan Regional Ulm, diketahui para terdakwa telah tiba di negara itu untuk mencari suaka setelah masing-masing melarikan diri dari Irak dan Afghanistan.

Keempatnya tetap diam di pengadilan. Namun menjelang akhir persidangan sebagian mengakui kesalahan mereka karena memperkosa seorang anak di penampungan pengungsi mereka pada Halloween 31 Oktober 2019.

Di pengadilan dua terdakwa dijatuhi hukuman penjara dua tahun tiga bulan sementara dua lainnya menerima hukuman dua tahun dua bulan.

(Baca juga: Pemerintah Selidiki Pangeran Bawa Vaksin AstraZeneca ke Gunung Everest Secara Ilegal)

Salah satu terdakwa dinyatakan bersalah atas pemerkosaan dan penyiksaan tubuh yang menyedihkan sementara yang lainnya dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan.

Menurut bukti pengadilan, para migran membius remaja tersebut dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya di penampungan. Mereka juga sebelumnya telah memberinya alkohol dan membujuknya untuk bergabung dengan mereka.

Gadis itu memberi tahu orang tuanya dan polisi tentang insiden Halloween itu keesokan harinya.

Menurut media lokal, persidangan dimulai dengan lima terdakwa termasuk seorang bocah lelaki Iran berusia 15 tahun, yang dikenal oleh korban.

(Baca juga: Setelah Menolak, Memblokir, Facebook Akhinya Bersedia Bayar Konten Berita di Australia)

Tuntutan terhadap bocah itu dibatalkan di bawah ketentuan kompensasi pelaku-korban, yakni kedua anak muda itu akan berbicara satu sama lain di bawah bimbingan profesional.

Laman t-online.de melaporkan sebelum putusan, penuntut, pembela dan penggugat setuju bahwa gadis berusia 14 tahun itu tidak perlu bersaksi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini