Bocah 5 Tahun Tewas Akibat Treadmill, Bos Perusahaan Alat Fitnes: Anak-anak Harus Menjauh

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 19 Maret 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 18 2380333 kasus-bocah-5-tahun-tewas-akibat-treadmill-bos-perusahaan-alat-fitnes-anak-anak-harus-menjauh-iEKgHMePoA.jpg Ilustrasi alat fitnes (Foto: Reuters)

AMERIKA SERIKAT ā€“ Perusahaan alat-alat fitnes ternama Peloton telah memperingatkan orangtua untuk menjauhkan anak-anak dari alat olahraga treadmill setelah seorang anak yang diperkirakan berusia 5 tahun tewas akibat alat olahraga itu..

Bos Peloton John Foley menyebut insiden itu sebagai "kecelakaan tragis", salah satu dari "sedikit" insiden anak-anak terluka di peralatan olahraga perusahaan.

Dia tidak mengungkapkan detail lebih lanjut tentang apa yang terjadi.

Foley mengatakan perusahaan tidak bermaksud untuk merilis lebih banyak informasi tentang kecelakaan, untuk menghormati privasi mereka yang terlibat.

"Meskipun kami hanya mengetahui segelintir insiden yang melibatkan Tread + di mana anak-anak telah disakiti, masing-masing insiden menghancurkan kami semua di Peloton, dan hati kami tertuju kepada keluarga yang terlibat," tulisnya.

(Baca juga: Spanyol Sahkan UU Izinkan Eutanasia)

ā€œSaat ini perusahaan sedang mecari cara untuk memperkuat peringatan kami tentang tindakan pencegahan keselamatan kritis ini untuk mencegah kecelakaan di masa depan," tambahnya.

Adapun kasus terbaru terjadi pada Februari lalu. Saat itu, seorang anak berusia 3 tahun menderita cedera kepala yang parah setelah terjebak di bawah treadmill Peloton. Namun kondisi anak ini diperkirakan akan sembuh total.

Laporan insiden terbaru dalam kecelakaan itu, yang diungkapkan pada Rabu (17/3), mengatakan "ditemukan tanda tapak di punggung anak 3 tahun itu yang cocok dengan bilah treadmill".

Pendiri Peloton mengatakan anak-anak harus menjauh dari mesin perusahaan, yang popularitasnya melonjak selama pandemi.

(Baca juga: Demi Makan Sushi Gratis, Puluhan Orang Ganti Nama Menjadi "Salmon")

"Kami merancang dan membangun semua produk kami dengan mengutamakan keamanan. Tetapi untuk membantu memastikan bahwa Anda dan anggota keluarga Anda tetap aman dengan produk Peloton di rumah Anda, kami membutuhkan bantuan Anda," tulisnya dalam surat kepada pelanggan.

"Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari peralatan olahraga Peloton setiap saat. Sebelum Anda mulai berolahraga, periksa kembali untuk memastikan bahwa ruang di sekitar peralatan olahraga Peloton Anda kosong,ā€ ungkapnya.

Sementara itu, Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (AS) mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Menurut komisi keamanan produk konsumen, ada sekitar 22.500 orang cedera terkait treadmill yang dirawat di departemen darurat AS di antara segala usia, termasuk sekitar 2.000 yang melibatkan anak-anak di bawah usia delapan tahun,

Antara 2018 dan 2020, komisi menerima laporan 17 kematian terkait penggunaan treadmill, termasuk yang melibatkan anak berusia 5 tahun.

Peloton menjual mesin sepeda dan treadmill yang dapat dihubungkan secara online ke kelas kebugaran virtual. Bisnisnya berkembang pesat karena orang mencari cara alternatif untuk berolahraga selama penguncian dan penutupan gym.

Perusahaan mengatakan melonjaknya permintaan telah menciptakan tekanan rantai pasokan, yang menyebabkan penumpukan pesanan untuk alat fitnes itu.

Treadmillnya, yang dijual seharga lebih dari USD2.400 (Rp35 jut) dirancang untuk digunakan oleh mereka yang berusia 16 tahun ke atas, yang beratnya setidaknya 68 kilogram.

Tahun lalu, Peloton menarik kembali sekitar 27.000 treadmill di AS, dengan alasan masalah setelah pedal clip-on rusak secara tak terduga saat digunakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini