Pejabat Intelijen: Iran Berencana Serang Pangkalan Militer AS, Targetkan Jenderal Militer

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 22 Maret 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 18 2382047 pejabat-as-iran-berencana-serang-pangkalan-militer-as-targetkan-jenderal-militer-uZ8QdtkhkO.jpg Ancaman itu diduga terkait dengan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat pada Januari 2020. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, DC – Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Iran telah membuat ancaman terhadap Fort McNair, sebuah pos Angkatan Darat di Washington, DC, dan terhadap wakil kepala staf Angkatan Darat AS.

Mereka mengatakan komunikasi yang dicegat oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency/NSA) pada Januari menunjukkan bahwa Garda Revolusi Iran membahas "serangan gaya USS Cole" terhadap pos Angkatan Darat, mengacu pada serangan bunuh diri Oktober 2000 di mana sebuah perahu kecil berhenti di samping kapal perusak Angkatan Laut di Pelabuhan Aden di Yaman dan meledak, menewaskan 17 pelaut.

BACA JUGA: Diserang Teroris saat Isi Bahan Bakar di Yaman, 17 Pasukan Militer AS Tewas

Intelijen juga mengungkapkan ancaman untuk membunuh Jenderal Joseph M. Martin dan rencana untuk menyusup dan mengawasi instalasi tersebut, menurut para pejabat, yang tidak mau disebutkan namanya karena tidak berwenang membahas masalah keamanan nasional. Fort McNair, salah satu pos angkatan darat yang tertua di AS, adalah kediaman resmi Martin.

Ancaman itu adalah salah satu alasan Angkatan Darat mendorong keamanan lebih di sekitar Fort McNair, yang berada di samping Distrik Tepi Laut Washington yang baru saja dikembangkan.

Pentagon, Dewan Keamanan Nasional dan NSA tidak membalas atau menolak berkomentar ketika dihubungi oleh The Associated Press.

BACA JUGA: Trump: Pembunuhan Komandan Iran Qassem Soleimani demi Menyelamatkan Banyak Nyawa

Obrolan yang disadap itu terjadi di antara anggota Pasukan Quds, unit elit Garda Revolusi Iran dan berpusat pada opsi militer potensial untuk membalas pembunuhan mantan pemimpin Quds, Jenderal Qassem Soleimani, di Baghdad pada Januari 2020, kata dua pejabat intelijen yang dilansir Associated Press.

Mereka mengatakan komandan militer Teheran tidak puas dengan serangan balik mereka sejauh ini, khususnya hasil serangan rudal balistik di pangkalan udara Ain al-Asad di Irak pada hari-hari setelah pembunuhan Soleimani.

Tidak ada anggota dinas AS yang tewas dalam serangan itu, tetapi puluhan menderita gegar otak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini