"Masyarakat membutuhkan area terbuka. Saat masa pandemi ini, orang butuh ruang terbuka hijau seperti untuk berjemur," ungkapnya.
Aksi sosial tersebut sudah dilakukan sejak tahun lalu dengan melakukan pemagaran, pengecatan, membuat tempat duduk. Seluruh anggaran berasal dari swadaya masyarakat.
"Tahun lalu, kami habiskan untuk tempat wudhu, tempat sholat, jalanan, pemagaran, dan toilet hampir Rp120 juta. Untuk tahun ini sudah menghabiskan anggaran Rp57 juta," ungkapnya.
Menurut Andri, warga juga berencana memasang Closed-circuit television (CCTV) di area makam. Kemudian tengah mencoba menjajaki kerjasama dengan provider untuk fasilitas wifi.
(Fetra Hariandja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.