Motif Asmara Buat Sopir Truk Tabrak Pemandu Lagu hingga Tewas

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 25 Maret 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 519 2383790 motif-asmara-buat-sopir-truk-tabrak-pemandu-lagu-hingga-tewas-TPlwsqtaXH.jpg Pembunuh pemandju lagu di Malang ditangkap (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Pembunuh wanita muda pemandu lagu di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang mengaku kesal dengan ulah korban. Di mana pelaku Wahyudi dan korban Setia Nurmiati alias Ayu (21) sebelumnya memiliki hubungan asmara.

"Antara si pelaku dengan korban Ayu ini adalah mantan pacar, keduanya bahkan telah tinggal satu tempat di kos - kosan di dekat pabrik A Traco, Pakisaji," ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memimpin rilis di Mapolres Malang, Kepanjen, pada Kamis pagi (25/3/2021).

Kepada petugas pelaku juga kerap kali mengalami cek-cok dengan korbannya, sehingga saat bertemu pada Selasa dini hari 23 Maret 2021 penuturan Wahyudi ia tak ingin kembali terjadi pertengkaran. Namun upayanya gagal, korban yang diduga cemburu lantaran mantan pacarnya memadu kasih dengan perempuan lain berinisial A, lalu menggedor-gedor truk yang dikemudikan Wahyudi yang tengah terparkir saat Wahyudi beristirahat dengan pacar barunya.

"Saat itulah korban akhirnya ditabrak dengan truk oleh pelaku yang merasa terganggu akibat gedoran Ayu," kata Hendri kembali.

Sementara itu pelaku Wahyudi mengakui, bila korban Setia Nurmiati alias Ayu adalah mantan pacarnya. Ia memutuskan mengakhiri hubungan dengan Ayu lantaran kerap terjadi perselisihan, bahkan meski tinggal di satu tempat kos.

"Saya menghindari percekcokan dengan dia (Ayu, korban), daripada berantem, akhirnya saya menghindar. Saya majukan (truk) agak ke kanan, hingga kena dia sedikit," ungkap Wahyudi.

Saat merasa korban sudah tak bersuara, Wahyudi kemudian meninggalkan korban ke arah utara dengan pacar barunya Amel, sedangkan korban Ayu tergeletak di pinggir jalan. Selanjutnya, Wahyudi menghubungi Adi Prayitno alias Dalbo, penjaga kafe dan karaoke 88 tempat dimana si Ayu juga bekerja.

"Saya jalan menghubungi Dalbo, saya suruh lihat ya udah gitu aja, langsung jalan, seterusnya saya nggak tahu," bebernya.

Lalu oleh tersangka kedua Dalbo yang dalam pengaruh minuman keras, korban yang mengalami luka patah tulang rusuk, patah tulang paha akibat ditabrak truk oleh Wahyudi, diseret menuju ke warung kosong yang ada di samping kafe dan karaoke 88.

"Saya seret ke warung samping kafe, setelah itu saya setubuhi satu kali langsung saya tinggal, saya mabuk waktu itu," jawab Adi Prayitno alias Dalbo.

Dalbo sendiri memastikan kondisi Ayu masih hidup saat diseret dan diperkosanya, namun kondisinya telah sekarat dengan luka - luka parah yang berujung kematian.

"Posisinya (setelah ditabrak truk oleh Wahyudi) masih hidup, nggak teriak. Hanya nangis sampai pukul 02.30 WIB. Lalu ya tinggal di situ," tutur Adi Prayitno.

Keduanya terancam pasal KUHP berbeda, Wahyudi dijerat dengan pasal 338 juncto Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. "Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun untuk Pasal 338, sedangkan untuk Pasal 351 ayat 3 ancaman maksimalnya 7 tahun penjara," kata Kapolres Malang Hendri Umar.

Baca Juga : Kronologi Pembunuhan Pemandu Lagu, Ditabrak Truk & Diperkosa Penjaga Kafe

Sedangkan pelaku Adi Prayitno alias Dalbo dijerat dengan Pasal 286 KUHP juncto Pasal 306 KUHP mengenai pemerkosaan ke orang yang dalam keadaan tidak berdaya, serta menelantarkan orang dengan kondisi tidak sadarkan diri.

"Ancaman hukuman 9 tahun untuk Pasal 286 KUHP, dan untuk pasal 306 KUHP ancaman maksimal 8 tahun penjara. Nanti berkasnya akan kami pisah, karena ini perkaranya berbeda," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini