Bunuh Bapak Kandung, Pelaku Marah Karena Tak Diberi Uang dan Mobil Honda Jazz

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 25 Maret 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 519 2384057 bunuh-bapak-kandung-pelaku-marah-karena-tak-diberi-uang-dan-mobil-honda-jazz-4BNhR50Ztj.JPG Pelaku pembunuh ayah kandung (Foto: Avirista)

MALANG - Adi Pratama (26) nekat membunuh bapak kandungnya lantaran kalap permintaan uangnya tidak dikabulkan sang bapak. Pelaku kemudian membacok bapak kandungnya sendiri bernama Tamin (46), hingga tewas bersimbah darah.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengungkapkan, Adi Pratama ini meminta uang Rp 3 juta ke bapak kandungnya, namun oleh sang ayah hanya diberikan uang Rp 1 juta. Hal ini diduga menyebabkan pelaku tak terima dan sempat terjadi percekcokan antara keduanya.

"Si pelaku ini minta uang Rp 3 juta ke bapaknya, tapi karena tidak dipenuhi hanya dikasih Rp 1 juta oleh bapaknya, diduga pelaku kalap," ucap Hendri Umar, saat memimpin rilis di Mapolres Malang, Kepanjen, pada Kamis (25/3/2021).

Adi juga beberapa kali meminta uang ke ayahnya dengan dalih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun beberapa kali pula, Tamin sang ayah tidak mengabulkan seluruhnya. "Minta uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kemauan si pelaku ini tidak dituruti oleh bapaknya. Diduga karena hal itu pelaku ini membacok bapak kandungnya," tuturnya.

Baca Juga: Terungkap, Anak yang Bunuh Bapak di Malang Idap Gangguan Jiwa Selama 5 Tahun

Selain persoalan uang, disebutkan pelaku kerap kali meminta beberapa harta benda, namun tidak dituruti oleh sang ayah kandungnya Tamin. "Anaknya ini pernah minta dibelikan mobil Honda Jazz ke ayahnya, tapi tidak dibelikan," kata Hendri kembali.

Bahkan dari penuturan Hendri, berdasarkan keterangan dari keluarganya, Adi Pratama menuduh ayahnya-lah yang merebut istrinya, sehingga berujung cerai antara si Adi Pratama dengan istrinya.

"Pelaku dulu ini pernah menikah, tapi bercerai. Adi ini menganggap bapaknya sudah berselingkuh oleh mantan istrinya, yang berakibat yang bersangkutan bercerai," bebernya.

Kini akibat ulahnya polisi terpaksa mengamankan Adi Pratama. Polres Malang sendiri akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku, mengingat Adi Pratama pernah lima kali masuk dan menjalani perawatan di RSJ Lawang.

"Kami tidak tahan di sini, kami sendirikan di sel khusus karena kalau ditaruh sel sini (Polres Malang) takutnya kejiwaannya kambuh," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tamin ditemukan tewas dengan sejumlah luka - luka di rumahnya di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Selasa pagi (23/3/2021). Dari identifikasi dan penyelidikan diduga kuat petani ini dibunuh oleh anak kandungnya sendiri bernama Adi Pratama.

Adi Pratama sendiri tinggal sendiri di rumah milik Tamin, ia diduga mengalami gangguan jiwa yang telah diidapnya selama 5 tahun terakhir. Usai, menghabisi nyawa bapaknya, Adi melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini