"Bahwa beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan sejak lahir sudah menganut agama Kristen ... [para suster] diancam dan diperlakukan seolah-olah mereka adalah teroris," kata Joseph seperti dikutip Hindustan Times.
(Baca juga: Sepi Job Saat Pandemi Covid-19, Penyanyi Beralih ke Pertanian untuk Cari Penghasilan)
Polisi menginterogasi para suster selama beberapa jam sebelum membolehkan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
“Ini pengalaman yang menakutkan,” ujar salah seorang suster kepada Hindustan Times.
"Mereka tidak peduli bahwa yang mereka hadapi adalah perempuan. Sekitar 150 aktivis mengelilingi kami dan mereka bertindak seakan-akan kami ini penjahat," kata salah seorang suster yang tidak bersedia disebut namanya.