Tabrakan Kereta Api, 32 Orang Tewas, 165 Cedera

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 27 Maret 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 18 2384956 tabrakan-kereta-api-32-orang-tewas-165-cedera-j6pA5xlxrM.jpg Tabrakan kereta api di Mesir (Foto: BBC)

MESIR - Sedikitnya 32 orang tewas dan 165 lainnya terluka dalam kecelakaan kereta api di Mesir tengah.

Gerbong tergelincir dan terbalik ketika dua kereta penumpang bertabrakan di dekat kota Tahta, provinsi Sohag. Insiden itu terjadi sekitar 365 km (227 mil) di selatan ibu kota Kairo.

Otoritas kereta api negara itu mengatakan rem darurat diaktifkan di kereta di depan oleh "orang tak dikenal" yang menyebabkan kereta di belakang menabraknya.

Salah satu kereta sedang melakukan perjalanan antara kota selatan Luxor dan pelabuhan Mediterania Alexandria. Sedangkan kereta lainnya melakukan perjalanan antara ibu kota Kairo dan kota Aswan di Mesir selatan.

Lebih dari 70 ambulans dikirim ke lokasi kecelakaan untuk membawa korban luka ke rumah sakit.

Foto dari tempat kejadian menunjukkan gerbong terbalik di dekat saluran air.

(Baca juga: Kemlu RI Tuntaskan Pemulangan Seluruh Anggota Jamaah Tabligh yang Tertahan di India)

"Kami membutuhkan seorang pejabat untuk datang melihat apa yang telah terjadi. Mereka tidak dapat memindahkan orang-orang dari bawah kereta," kata seorang pria di tempat kejadian kepada kantor berita Reuters.

Dia menambahkan crane diperlukan untuk membantu upaya penyelamatan.

"Orang-orang sudah meninggal, kita bahkan tidak bisa menyelamatkan mereka yang masih hidup,” lanjutnya.

Presiden Abdul Fattah al-Sisi menjanjikan hukuman berat bagi mereka yang bertanggung jawab.

"Siapapun yang menyebabkan kecelakaan yang menyakitkan ini karena kelalaian atau korupsi, atau apapun yang serupa, harus menerima hukuman jera tanpa pengecualian atau penundaan," cuitnya.

(Baca juga: Viral TKI Jatuh Sakit di Malaysia, KBRI Kuala Lumpur: Kita Urus Kepulangannya)

Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengunjungi lokasi kecelakaan, menjanjikan kompensasi finansial kepada keluarga para korban.

Menurut situs web Ahramonline Mesir, Madbouly mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan proyek kereta api untuk mencegah kecelakaan mematikan serupa.

Diketahui, Mesir sering mengalami kecelakaan pada sistem perkeretaapiannya karena perawatan yang buruk dan kurangnya investasi.

Salah satu bencana kereta api paling mematikan terjadi pada 2002 silam ketika 373 orang tewas setelah kebakaran terjadi di kereta yang melaju ke selatan Kairo.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini