Petugas Panti Jompo Tampar dan Semprotkan Deodoran ke Kakek 79 Tahun

Susi Susanti, Koran SI · Senin 29 Maret 2021 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 18 2385833 petugas-panti-jompo-tampar-dan-semprotkan-deodoran-ke-kakek-79-tahun-m6RtVgALCb.jpg Ilustrasi kakek (Foto: Age UK)

INGGRIS - Seorang pekerja di panti jompo tega menampar dan menyemprot seorang kakek lanjut usia (lansia) berusia 79 tahun dengan deodoran saat ia berbaring tak berdaya di tempat tidur.

Rekaman serangan brutal yang dilakukan David Vrbovsky digambarkan terlalu gamblang untuk ditampilkan di pengadilan.

LeicestershireLive melaporkan pekerja berusia 37 tahun itu melecehkan pria tak berdaya itu - yang menderita demensia stadium lanjut - saat dia membersihkan dan mendandaninya untuk hari itu.

Hal ini diketahui berkat rekaman kamera CCTV rahasia yang dipasang untuk memastikan keluarga dan pekerja mematuhi peraturan Covid-19 di Hallaton Manor di Hallaton, Leicestershire.

Vrbovsky, dari Market Harborough, mengaku telah menyerang pria itu pada 18 Februari lalu.

"Saya bersalah jadi saya yakin saya harus dihukum,” terangnya di Pengadilan Magistrat Leicester.

Jaksa Sally Bedford mengatakan panti jompo telah memasang kamera pengintai rahasia di beberapa kamar - dengan persetujuan penduduk dan keluarga mereka - untuk memeriksa kepatuhan terhadap peraturan Covid-19.

(Baca juga: Pria Ini Ditembak Mati Teroris di Depan Ayah dan Saudara Laki-lakinya)

"Insiden ini sepenuhnya terekam dalam CCTV. Saya tidak mengundang pengadilan untuk melihatnya. Sangat sulit untuk dilihat,” jelasnya.

"Saat itu sekitar jam 06.00 pagi saat terdakwa masuk ke kamar korban dan jelas dia tidak tahu ada kamera di sana,” lanjutnya.

Bedford mengatakan perawatan penghuni panti jompo membutuhkan dua anggota staf untuk mengerjakan tugas pada saat ini. Namun diketahui terdakwa hanya sendirian.

CCTV menunjukkan dia "secara agresif" membersihkan pria itu sebelum membantunya berpakaian.

"Korban dengan suara mengerang dan menolak upaya terdakwa,” ujarnya.

(Baca juga: Kedubes AS Kutuk Keras Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral di Makassar)

β€œTerdakwa mengulurkan tangannya dan meletakkannya di mulut pria itu dan memaksa kepalanya ke bantal,” ungkapnya.

"Sikap agresif dan tidak peduli terlihat di seluruh video - pada satu titik dia menyemprotkan deodoran ke pria itu secara acak, seperti Anda menyemprotkan ke lalat,” urainya.

"Anda bisa melihat korban meringis dan berteriak,” terangnya.

"Di tengah jalan, petugas perawatan lain memasuki ruangan dan berdebat tentang siapa yang melaksanakan tugas,” urainya.

β€œOrang itu kemudian meninggalkan ruangan dan terdakwa mulai mendandani korban,” lanjutnya.

"Dia menempatkan korbannya sampai terdengar bunyi gedebuk, yang jelas kepala korban membentur dinding,’ jelasnya.

β€œDia berteriak kesakitan dan terdakwa mengayunkan tangannya sehingga korban mengulurkan tangannya untuk bertahan dan terdakwa memukulnya lagi,” terangnya.

"Dia menggulingkannya ke dinding dan, sekali lagi, kepala korban membenturnya dan dia berteriak kesakitan sebelum terdakwa meninggalkan ruangan,” tambahnya.

"Dia kemudian menjelaskan bahwa dia telah bekerja berjam-jam dan, dihadapkan dengan rekaman CCTV, dia mengatakan dia malu atas perilakunya," terangnya.

Vrbovsky pun diskors segera setelah rekaman itu terungkap.

Kasus ini ditunda untuk memberi waktu kepada petugas percobaan untuk menyiapkan laporan tentang terdakwa, yang tidak memiliki catatan hukuman sebelumnya.

Dia dibebaskan dengan jaminan, dengan syarat dia tidak mencoba mengunjungi Hallaton Manor atau panti jompo lainnya di Inggris.

Menurut rencana dia akan dijatuhi hukuman di pengadilan pada 16 April mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini