Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPT: Terorisme Tak Mudah Dideteksi, Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan

Riezky Maulana , Jurnalis-Senin, 29 Maret 2021 |12:30 WIB
BNPT: Terorisme Tak Mudah Dideteksi, Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengutuk keras terjadinya tragedi ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/03/2020). Menurut Boy, tindakan pengeboman tersebut sangat melukai dan merusak kehamonisan sosial di Indonesia.

Dia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk berani melawan tindakan tindakan teror bom tersebut.

"Saya mengutuk keras kejadian ini. Apapun alasannya pemboman di depan Gereja Katedral Makassar tidak dapat dibenarkan. Teror dalam bentuk bom harus kita lawan," kata Boy dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Dia menegaskan, tak ada agama satupun yang mengajarkan perbuatan keji dan tercela tersebut untuk dilakukan. Oleh karenanya, aksi kekerasan dan teror bukanlah ajaran agama.

"Kekerasan dan teror bukan ajaran agama. Agama apapun tidak mengajarkan dan membenarkan hal itu," ungkapnya.

Baca Juga: Aksi Heroik Cosmos Sekuriti Gereja Katedral Cegat 'Pengantin' Bom Bunuh Diri Tuai Pujian

Sementara itu, Boy memastikan bahwasanya pihaknya bekerja secara maksimal dalam menangani aksi teror yang ada di Indonesia. Dia berharap pesan aktif masyarakat untuk membantu BNPT lantaran tindakan terorisme bergerak secara dinamis.

"Kami (BNPT) tentunya bekerja dengan maksimal untuk mencegah dan menanggulangi aksi terorisme di Indonesia. Namun, kejahatan terorisme bisa terjadi secara dinamis sehingga tidak mudah dideteksi, untuk itu peran serta masyarakat juga akan sangat membantu," ucapnya.

Dia mengingatkan, target teroris bisa saja bukan hanya menyerang tempat ibadah. Menurutnya, penyerangan bisa mengarah ke individu dalam hal ini aparat keamanan yang sedang bertugas.

"Kita tidak menutup kemungkinan mengenai fakta bahkan aparat keamanan, termasuk polisi, yang sedang bertugas pun menjadi target. Ini sebuah kejahatan extraordinary," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement