Pria Ini Rebus Kepala Korbannya di Air Mendidih di Atas Panci, Tubuhnya Dipotong-potong, Gigi dan Kuku Dicabut

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 30 Maret 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 18 2386325 pria-ini-rebus-kepala-korbannya-di-air-mendidih-di-atas-panci-tubuhnya-dipotong-potong-gigi-dan-kuku-dicabut-hGULoJrzPI.jpg Polisi tangkap pria yang merebus kepala korban di dalam air mendidih di atas kompor (Foto: Newsflash)

KAZAKHSTAN - Seorang pria ditangkap setelah diketahui membunuh dan merebus kepala korbannya di dalam panci berisi air mendidih di atas kompor.

Bagian lain dari tubuh korban Ayazhan Edilova, 19, ditemukan dalam kondisi terpotong-potong di flat tersangka dan tempat sampah di dekatnya. Menurut polisi di Almaty, Kazakhstan, gigi dan kukunya telah dicabut. Namun polisi belum memastikan apakah wanita itu masih hidup ketika kuku dan giginya dicabut.

Polisi menduga jika korban yang bekerja sebagai ahli kecantikan itu mungkin telah diperkosa sebelum dia dibunuh.

Rekaman CCTV menunjukkan korban Ayazhan, yang telah dibunuh secara mengerikan oleh seorang tersangka laki-laki yang diduga memotong-motong tubuhnya hingga ke bagian terkecil dan bahkan merebus kepalanya sebelum menyembunyikannya di berbagai lokasi, di Kazakhstan.

Dari rekaman itu juga terlihat Ayazhan memasuki lift dengan tersangka pembunuh secara sukarela.

(Baca juga: Makan Biskuit Terbuat dari Ganja, Tiga Siswa Dilarikan ke RS)

Polisi hanya mengidentifikasi tersangka berusia 28 tahun dengan nama depannya Ruslan. Lelaki ini diketahui sebagai apoteker.

Dia mencoba bunuh diri saat polisi masuk ke apartemennya, tetapi dokter menyelamatkannya, dan dia sekarang ditahan di bawah penjagaan bersenjata.

Pelaku yang telah ditahan itu dilaporkan mengenyam pendidikan kedokteran dan merupakan apoteker terlatih.

"Dia dari keluarga baik-baik, sopan dan cerdas," kata salah satu akun.

Si pelaku diduga telah mengatur untuk menemui korban dan menyamar sebagai pembeli, dan kemudian menculiknya.

(Baca juga: Siaga Perang, Militer Taiwan "Bentengi" Pulau Terbesar di Laut China Selatan)

Versi lain adalah sang korban bertemu dengan tersangka untuk kencan, tetapi korban juga menelepon pacarnya untuk mengatakan bahwa dia dalam perjalanan pulang untuk menemuinya.

Sementara itu, keluarga korban menyalahkan polisi karena menolak untuk memulai pencarian wanita muda itu ketika mereka pertama kali melaporkan dia hilang.

"Polisi memberi tahu kami, mengutip kesaksian tersangka, bahwa dia membunuhnya dan memotong-motong tubuhnya untuk menyembunyikan tubuhnya,” terang saudara laki-laki korban, Almat Mulikov.

“Tapi ketika kami melihat foto-foto bagian tubuh, setiap paku dipotong, setiap gigi dicabut, dan dimasukkan ke dalam kantong plastik terpisah,” jelasnya.

"Kenapa dia perlu melakukan ini jika dia bukan maniak. Kenapa dia perlahan-lahan memenggal kepalanya dan memasaknya dalam air mendidih?,” tanyanya.

“Bagian tubuh dipotong secara profesional,” ujarnya.

Keluarganya mengatakan korban mungkin masih hidup jika polisi segera bertindak.

Selain bekerja sebagai ahli kecantikan, Ayazhan diketahui memiliki toko pakaian online sendiri.

Polisi mengatakan kepada keluarga jika mereka tidak memiliki petugas cadangan untuk mencarinya karena mereka sedang berpatroli dalam unjuk rasa di Almaty.

Mereka mengatakan kepada seorang kerabat untuk tidak khawatir karena dia "mungkin berhubungan seks dengan seorang pria, atau hanya berjalan-jalan di kota".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini