Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPT: Teroris Pasti Berpaham Radikal, Intoleran dan Eksklusif

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 30 Maret 2021 |14:02 WIB
BNPT: Teroris Pasti Berpaham Radikal, Intoleran dan Eksklusif
Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengatakan terorisme tidak dapat dipisahkan dari sikap intoleran dan radikal. Menurutnya seluruh hal tersebut saling berkaitan yang muaranya menjadi tindakan teror.

"Kalau berbicara terorisme itu bicara hilirnya, bicara tindakan dan sikapnya tidak bisa lepas dari radikalisme, ekstremisisme. Nah radikalisme adalah paham yang merupakan fase menuju terorisme. Radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme," kata Nurwakhid dalam webinar ISNU-BNPT, Selasa (30/3/2021).

Jenderal polisi bintang satu ini berujar bahwa seluruh pelaku teror pasti berpaham radikal, intoleran dan biasanya bersifat eksklusif alias tertutup.

"Dapat dikatakan semua teroris pasti berpaham radikal, dan berkarakter intoleran dan biasanya eksklusif, sekali lagi biasanya eksklusif. Andai kata tidak eksklusif sebenarnya taqiyah atau menyembunykan diri atau bersiasat," tutur Nurwakhid.

Baca Juga: Kecam Bom Makassar, BNPT: Terorisme Musuh Agama & Negara

Diberitakan sebelumnya, peristiwa bom bunuh diri terjadi di Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021 pukul 10.20 WITA.

Pelakunya berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Pelaku langsung meninggal dunia setelah meledakkan diri. Sebanyak 20 orang dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Kedua terduga pelaku adalah pasangan suami istri. Mereka bernama Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna. Pelaku diduga terafiliasi dengan JAD. Jenazah keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat. BNPT: Radikalisme Jiwai Aksi Terorisme

JAKARTA - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid mengatakan terorisme tidak dapat dipisahkan dari sikap intoleran dan radikal. Menurutnya seluruh hal tersebut saling berkaitan yang muaranya menjadi tindakan teror.

"Kalau berbicara terorisme itu bicara hilirnya, bicara tindakan dan sikapnya tidak bisa lepas dari radikalisme, ekstremisisme. Nah radikalisme adalah paham yang merupakan fase menuju terorisme. Radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme," kata Nurwakhid dalam webinar ISNU-BNPT, Selasa (30/3/2021).

Jenderal polisi bintang satu ini berujar bahwa seluruh pelaku teror pasti berpaham radikal, intoleran dan biasanya bersifat eksklusif alias tertutup.

"Dapat dikatakan semua teroris pasti berpaham radikal, dan berkarakter intoleran dan biasanya eksklusif, sekali lagi biasanya eksklusif. Andai kata tidak eksklusif sebenarnya taqiyah atau menyembunykan diri atau bersiasat," tutur Nurwakhid.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa bom bunuh diri terjadi di Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021 pukul 10.20 WITA.

Pelakunya berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Pelaku langsung meninggal dunia setelah meledakkan diri. Sebanyak 20 orang dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Kedua terduga pelaku adalah pasangan suami istri. Mereka bernama Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna. Pelaku diduga terafiliasi dengan JAD. Jenazah keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement