Kronologi Anak Hajar Orangtua & Adik Pakai Palu Usai Dibandingkan dengan Anak Tetangga

Tritus Julan, Koran SI · Kamis 01 April 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 519 2387912 kronologi-anak-hajar-orangtua-adik-pakai-palu-usai-dibandingkan-dengan-anak-tetangga-qgw1ajab1X.jpg Pelaku anak pukul orangtua dengan palu (Foto: Tritus Julan)

MOJOKERTO - DMP, remaja berusia 17 tahun asal Kabupaten Mojokerto tega menganiaya orangtua dan adik kandungnya sendiri dengan palu lantaran sakit hati dibandingkan dengan anak tetangga.

Aksi penganiayaan itu dilakukan di rumah pelaku di Dusun Ngumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Saat Sugianto (52), Tatik (40) yang tak lain orangtua pelaku serta Dy (9) adiknya, tengah tertidur pulas.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengungkapkan, aksi brutal ini bermula saat pelaku pulang dari warung kopi pada Selasa 30 Maret 2021 sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu, ia bertemu Sugianto yang saat itu tengah menonton TV di ruang keluarga.

Baca juga: Sadis, Anak Aniaya Orangtua dan Adiknya yang Berusia 8 Tahun hingga Kritis

"Ketika itu tersangka diminta bapaknya membeli mi untuk makan malam. Kemudian tersangka makan bersama bapaknya," kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Lapas Mojokerto Gagalkan Penyelundupan Sabu Dalam Tahu Goreng

Awalnya, keduanya makan bersama. Kemudian pemuda yang biasa dipanggil Marko itu masuk ke kamar. Lalu, sekitar pukul 01.30 WIB, pada Rabu 31 Maret 2021 pelaku bangun untuk mencari palu di gudang belakang rumah.

Dengan membawa palu, dirinya lantas kembali ke ruang keluarga, tempat di mana ayahnya tengah tertidur pulas bersama dengan adik kandungnya yang masih berusia 8 tahun. Melihat ayahnya tengah terlelap, pemuda putus sekolah itu lantas menghajarnya.

"Tersangka menghujamkan palu ke kepala bapaknya sebanyak satu kali. Kemudian tersangka masuk ke kamar ibunya, memukul kepala ibunya sebanyak 4 kali sampai korban tidak bergerak lagi," imbuh Kapolres.

Puas menghajar sang ibu, Marko kembali ke ruang keluarga dan melihat Sugianto berupaya untuk bangkit dari tempat tidurnya. Lantaran masih diselimuti rasa dendam, pelaku kembali menghujamkan palu ke kepala sang ayah.

"Karena keributan itu, adik pelaku yang tidur di sebelah bapaknya tiba-tiba bangun. Tersangka kemudian, memukul adiknya sebanyak 2 kali," terang Dony.

Akibat aksi brutal ini, baik Sugianto maupun sang adik mengalami luka parah. Keduanya dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit. Kondisi Tatik pun tak berbeda jauh, ia mengalami luka serius di pelipis mata kanan dan kening.

Usai menghajar kedua orangtua dan adik kandungnya, Marko lantas mengambil uang Rp3,2 dari dompet sang ayah. Resedivis kasus pencabulan anak ini lantas keluar dari rumah dan pergi ke sebuah warung kopi di wilayah Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kemudian, sekira pukul 06.00 WIB, menggunakan uang hasil curian, membeli jaket, kaus, sepatu dan tas pinggang. Ia lantas pergi ke Terminal Kertajaya, Mojokerto untuk naik bus. Rencananya ia akan melarikan diri ke Kota Solo, Jawa Tengah.

"Jadi memang tersangka ini sakit hati. Ketika dia meminta uang tidak diberi sama orangtuanya. Tapi jika adiknya yang meminta diberi. Itulah yang mungkin menjadi salah satu pemicu (penganiayaan)," papar Kapolres.

Akibat perbuatannya, Marko bakal lama mendemkan di sel tahanan. Ia akan dijerat dengan pasal 44 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pasal 367 KUHP. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini