Cerita Ibu Korban Selamat Insiden Tabrakan Kapal: Saya Kaget Sampai Gemeteran

Fathnur Rohman, Okezone · Minggu 04 April 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 525 2389162 cerita-ibu-korban-selamat-insiden-tabrakan-kapal-saya-kaget-sampai-gemeteran-2nzK8yacD2.jpg Ibu Eriyanto. (Foto: Fathnur R)

INDRAMAYU - Nurwaeni (40), warga Desa Eretan Wetan, Indramayu, Jawa Barat, hanya bisa menunggu kedatangan anaknya di Posko Pengungsian, Minggu (4/4/2021). Anak keduanya yang bernama Eriyanto (16), menjadi salah satu korban selamat dari insiden tabrakan kapal Barokah Jaya dengan Habco Pioneer.

Saat ini, Eriyanto beserta 14 korban selamat lainnya masih berada di atas kapal KN 103 Wisnu. Para korban ini, rencananya akan diberangkatkan menuju Posko Pencarian di Desa Eretan Wetan pada Minggu sore.

Nurwaeni sendiri mengaku sangat trauma setelah mendengar kabar insiden itu. Rasa was-was muncul dalam hatinya, karena takut anak keduanya itu mengalami hal-hal yang tak diinginkan.

Sebelum pergi melaut, kata dia, Eriyanto sempat menitipkan pesan kepada ayahnya yakni Wasito, supaya menjaga sang ibu yang sedang kurang sehat.

Foto: Fathnur R

"Saya kaget. Badan saya geter (gemeteran), karena dengar kapal Barokah Jaya kecelakaan. Sebelumnya dia pamit ke bapaknya, suruh jaga saya. Saya lagi sakit," kata Nurwaeni kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Pencarian Korban Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu Terkendala Komunikasi

Menurut Nurwaeni, Eriyanto sudah dua kali pergi melaut untuk mencari ikan. Biasanya dalam sekali melaut dengan kurun waktu sekitar 10 hari, anak keduanya itu bisa mendapat penghasilan Rp200 ribu.

Uang yang didapat Eriyanto ini, lanjutnya, digunakan untuk membantu perekonomian keluarganya. Nurwaeni sendiri tidak ingin kejadian buruk menimpa Eriyanto. Sebab, sebelumnya anak pertamanya atau kakak dari Eriyanto, mengalami kecelakaan di laut dan meninggal dunia.

"Dia masih SMP. Saya takut. Kakak pertamanya juga meninggal dunia karena kecelakaan di laut," ujarnya.

Saat ini, Nurwaeni berharap agar dirinya bisa segera bertemu dengan Eriyanto. Ia merasa bersyukur karena anaknya selamat dari insiden tabrakan kapal itu.

Baca juga: Cari Korban Kapal Tabrakan di Indramayu, 11 Penyelam Diterjunkan

"Kalau mau ngelarang juga enggak bisa. Dia kekeh mau melaut. Kalau pulang, semua uangnya dikasih ke saya, dia enggak megang sama sekali. Saya bersyukur dia selamat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah menjelaskan, proses pencarian korban hilang saat ini terkendala gangguan komunikasi yang disebabkan kondisi cuaca.

Meski demikian, ia memastikan 15 orang ABK Barokah Jaya yang selamat dipastikan dalam kondisi sehat. Hal ini ia ketahui dari komunikasi terakhir yang dilakukan oleh pihaknya dengan KN SAR 103 WISNU.

"Memang kendalanya karena komunikasi yang sulit sekali. Sehingga menyebabkan informasi kurang berkembang," ujar Deden.

Pihaknya telah menemukan dua korban dari 17 ABK yang hilang dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban pertama ditemukan tersangkut di jaring pada pukul 07.00 WIB. Sedangkan satu korban lainnya ditemukan pada pukul 08.00 WIB, di kapal Barokah Jaya.

"Untuk identifikasi siapa yang belum ditemukan, belum ada informasinya," ujar Deden.

Dia menambahkan, tim dari Basarnas Special Group (BSG) tengah melakukan pencarian di sekitar lokasi terbaliknya kapal Barokah Jaya. Mereka menyisir area tersebut dengan cara menyelam.

"Mudah-mudahan 15 ABK yang belum ditemukan, bisa ditemukan," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini