Bupati Lembata: Jalan Penghubung 8 Desa Terputus Imbas Banjir dan Longsor

Yohannes Tobing, Sindonews · Senin 05 April 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 340 2389857 bupati-lembata-jalan-penghubung-8-desa-terputus-imbas-banjir-dan-longsor-f2N101h48f.jpg Kondisi pasca-banjir di Lembata, NTT (Foto: BNPB)

JAKARTA - Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat sejumlah jalan penghubung desa terputus. Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat konferensi pers virtual mengatakan, terdapat beberapa jalan penghubung antardesa yang terputus akibat bencana yang terjadi pada Minggu 4 April 2021.

"Untuk sementara ini akses jalan terputus sekitar delapan desa. Dan belum bisa diperbaiki karena saat ini alat berat belum bisa ke sana, karena sedang melakukan penggalian pencarian atau korban yang tertimpa batu besar," kata Eliaser pada Senin (5/4/2021).

Baca Juga:  Update Bencana NTT: 84 Meninggal Dunia, 71 Orang Hilang

Menurut Eliaser, bukan hanya jalan penghubung antardesa saja yang rusak, melainkan sejumlah jalan utama turut menutup beberapa akses penting lainnya.

"Termasuk jalan utama negara, saat ini kita kerja sama dengan masyarakat sekitar yang mau bersama untuk membuka jalan yang tertutup," tutur Eliaser.

"Satu hal angkutan BBM di mana kita adalah kepulauan dan membutuhkan bantuan yakni BBM terhadap angkutan. Untuk itu, ke depan kita akan krisis BBM," ujarnya.

Baca Juga:  Doni Monardo Sebut Bencana NTT Tidak Perlu Berstatus Bencana Nasional, Ini Alasannya

Adapun dari data sementara yang didapat. Petugas pencarian dan pertolongan telah mencatat korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata sebanyak 67 orang. Sementara jumlah pengungsi hingga pukul 18.00 mencapai 958 orang.

"Saat ini, kami masih terus dalam upaya pencarian dan akan bertambah lagi," ujar Eliaser.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini