Harga Bahan Bangunan di Kupang Melonjak Pasca-Bencana, Gubernur Viktor Marah

Adi Rianghepat, Okezone · Rabu 07 April 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 340 2390843 harga-bahan-bangunan-di-kupang-melonjak-pasca-bencana-gubernur-viktor-marah-NyN8wzsxXK.jpg Foto: Istimewa

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengancam untuk menutup sejumlah toko bangunan yang masih menjual bahan bangunan dengan harga tinggi.

Politisi NasDem itu bahkan meminta bantuan aparat kepolisian serta personel Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan pemeriksaan ke setiap toko bangunan yang ada di Kota Kupang.

Dia mengatakan, aksi yang dilakukan pemilik toko bangunan adalah perilaku yang tidak lagi memiliki rasa kemanusiaan.

"Bagaimana warga tertimpa bencana malah dipaksa membeli bahan bangunanan dengan harga sangat tinggi. Ini tidak ada nilai kemanusiaan. Sebaiknya tokonya ditutup saja," katanya.

Dia mengatakan, kesetiakawanan dan solidaritas sebagai sesama manusia harusnya ada dan tumbuh di situasi bencana seperti ini.

Baca Juga: BNPB: Penetapan Status Bencana Banjir Bandang NTT Ditentukan per Wilayah

"Bukannya sebaliknya malah mau mengais keuntungan lebih di atas penderitaan warga lainnya," katanya.

Seorang warga terdampak bencana Siklon Seroja, Anto (23) mengaku membeli bahan bangunan dengan harga tinggi. Warga Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak itu mengaku membeli paku dengan harga sangat mahal.

"Biasanya harga paku seng itu Rp18 ribu per kilo gram, tetapi waktu saya beli untuk atap rumah saya yang bolong diterjang badai, sudah menjadi Rp50 ribu per kilo gramnya," katanya.

Dia mengaku terpaksa membeli karena sangat membutuhkan paku tersebut untuk bisa dipakai menutup kembali atapnya yang diterjang badai Siklon Seroja. Sejumlah pemilik toko yang ditemui, enggan memberi alasan menaikan harga sejumlah bahan bangunan itu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini